Jaksa Periksa Kabag Hukum Aceh Utara Terkait Dugaan Korupsi Sanggar

Kepala Bagian Hukum Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Selasa 22 April 2014. Ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah sanggar tari Meuligoe Cut Meutia senilai Rp1,9 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, penyidik juga memeriksa salah satu pekerja travel di Lhokseumawe di hari yang sama. Tetapi pekerja itu belum bisa hadir.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, T Rahmatsyah melalui Kasi Intel M. Kadafi mengatakan, pihaknya terus mendalami kasus tersebut dengan memintai keterangan saksi-saksi lainnya usai penetapan tiga tersangka baru.

“Kabag Hukum Pemkab Aceh Utara hari ini kita periksa sebagai saksi dalam mengumpulkan keterangan bagaimana mekanisme penyaluran dana hibah ke sanggar tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan, setelah pemeriksaan saksi-saksi mencukupi untuk pemberkasan maka akan dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

“Kasus ini masih kita kembangkan, jadi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Begitu juga dengan kerugian negara yang tidak tertutup kemungkinan akan bertambah,” katanya.

Seperti diketahui, tim penyidik Kejaksaan Negeri Lhoksukon kembali menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus penyelewengan dana hibah sanggar tari Meuligoe Cut Meutia Aceh Utara tahun 2010. Saat ini total tersangka menjadi lima orang.

Di antaranya dua tersangka awal yaitu Ketua Sanggar Meuligoe Cut Mutia Aceh Utara, berinisial UKD yang juga mantan istri eks Bupati Aceh Utara Ilyas A. Hamid atau Ilyas Pase, dan sekretarisnya MYH.

Penyidik juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yaitu NHT selaku bendahara sanggar, SYF sebagai koordinator drum band dan RNB selaku koordinator tari.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply