Jadwal Pengembalian Berkas Pendaftaran Agam Inong Banda Aceh 2014

Jadwal pengembalian formulir dan berkas pendaftaran Agam Inong Banda Aceh mulai dibuka sejak hari ini Kamis, 20 Februari 2014. Pendaftarannya sendiri telah berlangsung sejak 12 Februari lalu dan berakhir pada 28 Februari nanti.

Kabid Promosi dan Pemasaran Disbudpar Banda Aceh, Hasnanda Putra, mengatakan formulir dikembalikan ke Rumah Budaya Banda Aceh atau Rumah Ibnu Sa’dan di Jalan Teungku Daud Beureueh. Tepatnya di samping KFC Simpang Lima Banda Aceh. Jadwal pengembalian sejak pukul 15:00-18:00 WIB. Ada panitia dari Ikatan Agam Inong Banda Aceh yang  bertugas di sana.

Dari tahun ke tahun kata Hasnanda, antusias anak-anak muda Banda Aceh untuk mengikuti kompetisi ini terus meningkat. Walaupun kegiatan ini dibuat oleh Disbudpar Banda Aceh, namun pesertanya boleh berasal dari daerah mana saja. Asalkan punya kartu tanda pengenal Banda Aceh, atau kartu tanda mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh.

Syarat lainnya adalah berusia 18 tahun atau sudah tamat SMA/sederajat. Dengan syarat ini otomatis remaja yang masih sekolah tidak bisa ikut berkompetisi.

“Pertimbangannya karena kita tidak ingin aktivitas belajar mereka terganggu. Sebenarnya ada perjanjian tertulis untuk peserta yang lolos bersedia menjalani tugas-tugas sebagai duta selama setahun penuh. Tapi kalau mereka harus memprioritaskan sekolahnya kan kita tidak bisa memaksa juga. Bagaimanapun sekolah tetap yang utama,” katanya, Kamis petang 20 Februari 2014.

Untuk menyaring siapa yang akan menjadi Agam Inong Banda Aceh 2014 nanti, diawali dengan proses audisi yang dijadwalkan pada 2 Maret 2014 nanti. Selain itu panitia juga menghadirkan empat juri untuk menyeleksi para peserta sehingga yang terpilih nanti benar-benar sesuai kriteria. Mereka adalah psikolog, dosen bahasa Inggris, seniman atau budayawan dan dari dinas.

“Sedangkan pada malam puncak 22 Maret nanti kita juga menghadirkan Bu Illiza selaku PLH Wali Kota Banda Aceh untuk menjadi juri kehormatan,” katanya.

Tugas pertama duta yang terpilih akan tampil di malam puncak HUT Banda Aceh pada 22 April mendatang. Terkait dengan usia calon peserta menurut Hasnanda, pihaknya bukan ingin mempersulit, melainkan untuk mencari yang terbaik yang akan menjadi duta wisata Banda Aceh.

Selama mengikuti tahapan-tahapan proses seleksi, para finalis nantinya juga akan dibawa berkeliling Banda Aceh. Duta yang ideal menurut Hasnanda, bukanlah yang hanya tahu atau mengenal objek wisata melalui bacaan. Tetapi pernah mengunjungi objek wisata yang akan mereka promosikan nanti.

“Di Banda Aceh misalnya ada sekitar lima puluh objek wisata, ini mereka harus kunjungi semua. Nanti mereka juga harus membuat cerita (tulisan) dari hasil kunjungan itu. Jadi informasinya tersebar tidak terbatas,” ujarnya.

Ia juga berharap para finalis mempunyai blog pribadi, sehingga penyebaran info pariwisata Banda Aceh bisa lebih massif. Dewasa ini mengembangkan pariwisata menurutnya tak cukup hanya mengandalkan promosi mulut ke mulut saja.

Sementara itu Ketua Ikatan Agam Inong Banda Aceh Muhammad Fathun, menyampaikan bagi anak-anak muda yang ingin mendaftar atau mendapat informasi seputar kegiatan ini bisa langsung datang ke Rumah Ibnu Sa’dan. Bisa juga melalui Facebook Agam Inong.

Untuk audisi awal ada beberapa hal yang akan dites meliputi ujian tulis dan seleksi berkas. Ujian tulis berupa pengetahuan umum, pemahaman budaya dan wisata Aceh dan Banda Aceh, sejarah dan seni serta uji kemampuan berbahasa asing.

“Bahasa asing tidak hanya bahasa Inggris, bisa Spanyol, Turki atau Arab,” kata Fathun. Rencananya kata Fathun untuk dosen bahasa Inggris akan diambil dosen dari Amerika yang kini sedang bertugas di Unsyiah.

Seleksi tahap awal ini dilakukan oleh Agam Inong Banda Aceh yang sebelumnya. Nantinya akan dipilih lima belas pasang peserta yang akan bertarung pada tahapan selanjutnya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply