Jadi Ketua Hipmi Aceh Harus Setor Uang Rp200 Juta?

CALON kandidat Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Aceh dilaporkan harus menyetor uang Rp200 juta. Kebijakan ini dinilai sangat memberatkan serta rawan penyelewengan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Atjehpost.co, pemilihan kandidat ketua Hipmi Aceh periode 2014-2017 berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) XII di Banda Aceh, 29 November 2014 mendatang.

Salah satu persyaratannya, calon ketua harus menyetorkan uang pendaftaran sebesar Rp200 juta. Padahal, pemilihan sebelumnya hanya mewajidkan biaya pendaftaran sebesar Rp30 juta.

“Kebijakan ini kita nilai supaya kandidat lain tidak bisa mendaftar. Ini tidak fair,” ujar Adhy S. Majid, pengurus Hipmi Kota Banda Aceh.

"Dengan kondisi organisasi Hipmi Aceh yang seperti sekarang. Dimana hipmi sendiri belum bisa memberikan kontribusi apa apa untuk anggotanya. Rasanya rasanya persyaratan seperti itu kurang wajar diterapkan, ini bukan masalah mampu atau tidak mampu, tapi kita mempertanyakan ada apa dengan angka seperti itu?" kata Adhy lagi.

Sementara itu berdasarkan informasi yang beredar, ada beberapa calon kandidat yang dilaporkan akan maju dalam perhelatan milik pengusaha muda ini. Beberapa kandidat ini, seperti Furqan Firmandez dan Dedy Lukman.

Menyangkut hal ini, Ketua OC Musda Hipmi Indra Azmi, yang beberapa kali dihubungi oleh wartawan untuk konfirmasi, belum terhubungi. Demikian juga dengan pesan singkat yang dikirim ke nomor yang bersangkutan, belum juga mendapat balasan hingga berita ini diturunkan.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply