Istri dan Ketua PA Bilang Deugok Mantan Kombatan

LHOKSEUMAWE – Tiga warga Aceh Utara yang ditangkap pasukan polisi dengan sangkaan terlibat kriminal, disebut-sebut sebagai mantan kombatan wilayah Samudera Pase. Seorang dari tiga warga tersebut kabarnya belakangan ini juga menjadi pengurus salah satu partai politik lokal tingkat kecamatan.

Seperti diketahui, tiga warga Aceh Utara yang ditangkap pada Sabtu dinihari, 10 Maret 2012, ialah Jamaluddin alias Deugok,30 tahun, yang ditangkap saat berada di rumah mertuanya di Desa Darul Aman, Geureudong Pase. Lalu, Sulaiman alias Leman alias Ule Bara,30 tahun, dan Usria,22 tahun, keduanya warga Desa Alue Majruen, Cot Matahe, Syamtalira Bayu. Keduanya ditangkap saat berada di rumahnya, juga Sabtu dinihari.

Istri Deugok, Nurhafni Zahara,21 tahun, saat ditemui The Atjeh Post di kantor LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, tadi sekitar pukul 15.00, Senin, 12 Maret 2012, mengatakan suaminya adalah mantan kombatan di Wilayah Samudera Pase. Belakangan ini, kata Nurhafni, Deugok juga menjabat Ulee (Ketua) Partai Aceh Sagoe (Kecamatan) Meurah Mulia.

“Tapi saya tidak tahu apa kesalahan Bang Deugok sehingga diambil secara paksa oleh pasukan bersenjata memakai rompi antipeluru yang ada tulisan POLISI saat beliau tidur dalam kamar kami. Kalau pun beliau ada suatu kesalahan, mestinya diambil secara prosedur hukum, jangan dipukul dan dianiaya secara sadis,” kata Nurhafni.
 
Ditanya di mana keberadaan Deugok sehari sebelum ditangkap di rumahnya, Nurhafni menyebutkan, pada Jumat, 9 Maret 2012, suaminya mengaku berada di Banda Aceh untuk melayat almarhum Abuya Muhibuddin Waly Al Khalidy.

Istri Sulaiman alias Ulee Bara, Rahmi,24 tahun, juga membenarkan suaminya mantan kombatan di wilayah Pase. Rahmi mengaku tidak tahu apa kesalahan suaminya sehingga ditangkap oleh pasukan polisi.

“Sehari sebelum ditangkap, suami saya ada di rumah, menjaga ibu kami yang sedang sakit,” kata Rahmi.

Ketua Komite Peralihan Aceh Wilayah Samudera Pase, Teungku Zulkarnaini Bin Hamzah saat dihubungi ke telpon selularnya, tadi pukul 15.50, Senin, juga membenarkan Deugok, Ulee Bara dan Usria adalah mantan kombatan yang sekarang menjadi anggota KPA.

Namun, Teungku Zulkarnaini yang juga Ketua Partai Aceh (PA) Aceh Utara belum bersedia memberi tanggapan terkait penangkapan Deugok Cs. Sebab, kata dia, sejauh ini pihaknya belum memperoleh informasi konkrit tentang dasar penangkapan tersebut.

Seperti diberitakan, tiga warga Aceh Utara dilaporkan diambil dan dibawa oleh sejumlah pria bersenjata memakai rompi antipeluru bertuliskan POLISI, Sabtu dinihari, 10 Maret 2012. Ketiga warga itu ialah Jamaluddin alias Deugok, 30 tahun, warga Desa Darul Aman, Geureudong Pase, Leman alias Ule Bara, 30 tahun, dan Usria, 22 tahun, keduanya warga Cot Matahe, Syamtalira Bayu.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply