Israel Setujui Pemakaian Peluru Tajam Hadapi Warga Palestina

Israel Setujui Pemakaian Peluru Tajam Hadapi Warga Palestina

TEL AVIV – Polisi Israel diberi kekuasaan menggunakan peluru tajam pada setiap warga Palestina yang melempar batu, setelah disetujui dalam rapat Kabinet Israel, Sabtu, 26 September 2015.

Adapun alasan kabinet Israel menyetujui kebijakan itu karena menganggap melempar batu dan melempar granat sebenarnya tidak hanya membahayakan polisi tapu juga sipil.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melalui sebuah pernyataan mengatakan pelaksanaan hukuman itu adalah atas alasan nyawa orang ketiga yang terancam dengan perlakuan tersebut.

“Komite kabinet tentang keselamatan telah bulat memberi kekuasaan kepada polisi menggunakan peluru tajam pada setiap warga Palestina yang melempar batu. Lempar batu dan melempar granat sebenarnya sangat membahayakan polisi dan orang awam, kami terpaksa mengambil tindakan lebih tegas,” kata pernyataan tersebut.

Netanyahu secara terbuka telah menyatakan ‘perang’ pada 16 September lalu, setelah seorang wanita warga Israel tewas akibat terkenan batu dan bom yang dilemparkan oleh sekelompok warga Palestina dalam insiden, baru-baru ini.

Dalam pertemuan komite tersebut baru-baru ini membuat keputusan populis itu setelah penduduk Palestina yang mengadakan unjuk rasa melempar batu dan granat ke arah polisi.

Pada demonstrasi itu, polisi Israel menahan 13 warga Palestina termasuk sembilan anak. Kabinet Israel juga memutuskan untuk mengenakan denda lebih tinggi ke atas remaja bawah umur dan hukuman penjara hingga empat tahun bagi mereka yang terbukti bersalah melempar batu ke arah pasukan keamanan dan warga sipil.

Sementara itu, seorang warga Palestina yang terluka akibat ditembak tentara Israel minggu lalu, meninggal dunia di rumah sakit Tepi Barat, kemarin.[] sumber: JPNN.com

Leave a Reply