Israel punya stasiun televisi internasional baru

ISRAEL kini memiliki stasiun televisi internasional baru bernama I24 yang mengudara selama 24 jam menayangkan program-program acara nonstop dalam bahasa Arab, Prancis, dan Inggris.

Media baru itu bermaksud menentang stigma negatif terhadap negara Israel, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (19/7).

Stasiun televisi ini memiliki 250 karyawan termasuk 150 wartawan yang kebanyakan berasal dari Amerika Serikat dan Eropa. Stasiun televisi ini bermarkas di Luxemburg dan memiliki sejumlah studio di Kota Jaffa, Israel.

Menurut media asal Italia ANSAmed, I24 yang dimiliki oleh mantan diplomat Prancis Frank Melloul dan secara resmi diluncurkan Rabu lalu didanai oleh pengusaha asal Prancis-Israel Patrick Drahi.

"Kami ingin menambah media internasional yang beroperasi di Timur Tengah selain Aljazeera, France24, BBC, dan CNN," kata Melloul.

Magda Abu-Fadil, pengamat media di Libanon, mengatakan penyedia layanan siaran televisi berbayar lokal bahkan satelit televisi di Timur Tengah seperti Arabsat dan Nilesat, tidak akan melayani I24 milik Israel.

Abu-Fadil menyebut di Libanon sendiri sejumlah penyedia layanan televisi berbayar tidak melayani siaran televisi milik musuh politik.

I24 dikabarkan tidak akan menerima dana dari pemerintah Israel dan berusaha menyingkirkan stigma negatif Israel dengan menawarkan sudut pandang baru.

Direktur I24 menyatakan stasiun televisi itu tidak akan menjadi corong suara bagi pemerintah Israel.

I24 juga mempekerjakan wartawan berarah Arab-Israel Sulaiman a-Shafi dan Lucy Ahrish yang berpengalaman di jaringan pertelevisian Israel.

Menurut Shafi I24 akan memberi ruang bagi percaturan ide beraliran kanan, kiri, termasuk liberal, dan memberi tempat bagi pembelaan hak asasi. | sumber: merdeka.com

  • Uncategorized

Leave a Reply