Israel Kembali Serang Gaza

Israel kembali melancarkan serangan udara yang menghancurkan sebuah apartemen dan beberapa gedung perkantoran di Gaza, Selasa, 26 Agustus 2014. Dua puluh orang dilaporkan luka-luka, seperti dilansir Al Jazeera.

Hingga saat ini, pemerintah Israel belum berkomentar apapun terhadap serangan yang dilancarkan tersebut. Informasi dari salah satu wartawan Aljazeera, Jane Ferguson, setidaknya pasukan Israel telah menembakkan tiga rudal peringatan sebelum melancarkan serangannya ke Gaza.

"Sebuah bangunan bertingkat 13, di antaranya 11 lantai milik perumahan warga serta dua lantai yang digunakan sebagai pusat perbelanjaan dan cafe hancur akibat hantaman jet tempur Israel. Bangunan ini juga ditempati oleh sejumlah pejabat dari kantor Kementerian Pekerjaan Umum serta kantor milik politisi gerakan Hamas," kata Ferguson.

Sejak perjanjian gencatan senjata antara Israel dengan Hamas di Gaza berakhir, jumlah korban tewas di pihak Palestina semakin meningkat. Sedikitnya 13 warga Palestina tewas dalam sebuah serangan udara Israel yang dilakukan sejak Minggu malam.

Senin kemarin, seorang remaja Palestina berusia 17 tahun tewas dan 25 lainnya luka-luka akibat serangan udara zionis yang menghancurkan beberapa masjid di kota Gaza.

Pernyataan resmi Kementerian Agama Gaza merilis sedikitnya ada empat masjid yang rusak akibat serangan Israel. Angka ini telah menambah jumlah masjid yang telah hancur sebanyak 71 unit, selama tujuh pekan terakhir.

Abdullah Mortaja, salah satu jurnalis freelance yang pernah bekerja untuk stasiun televisi Hamas Al-Aqsa, turut menjadi korban di Shejaiya, bagian timur Kota Gaza.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah warga Gaza yang tewas mencapai 2.135 dan 10.915 lainnya luka-luka. Sementara 68 warga Israel, mayoritasnya militer, juga dinyatakan tewas.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply

Israel Kembali Serang Gaza

Israel menyatakan para militan Hamas menembakkan roket-roket dari Gaza sebagai pelanggaran atas gencatan senjata. Negara Yahudi itu membalas dengan serangan-serangan.

Seorang pejabat mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan tim perundingnya di Mesir untuk pulang, Selasa (20/8) waktu setempat. Tetapi belum ada kata dari Israel apakah langkah itu sama artinya pembicaraan tidak langsung dengan perutusan Palestina untuk mengakhiri perang Gaza dan merancang masa depan kawasan itu gagal.

Tiga roket menghantam bagian selatan Israel dekat kota Beersheba, kata militer, hampir delapan jam sebelum gencatan senjata – yang diperpanjang sehari pada Senin – akan berakhir.

Sejauh ini belum ada klaim siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang militer Israel katakan tidak merenggut jiwa dan kerusakan.

Juru bicara Hamas, kelompok dominan di Jalur Gaza, Sami Abu Zuhri mengatakan pihaknya tak mengetahui ada serangan roket tersebut.

"Serangan roket ini merupakan pelanggaran langsung dan berat terhadap gencatan senjata," kata Mark Regev, juru bicara Netanyahu dikutip Reuters. Seorang juru bicara militer mengatakan sebagai tanggapan terhadap serangan tersebut, "sasaran-sasaran teror di Jalur Gaza" diserang.

Seorang koresponden kantor berita Reuters melihat satu pesawat tempur Israel menembakkan peluru kendali di bagian timur Gaza City dan asap membubung dari kawasan itu. Para saksi mata lain mengatakan beberapa serangan udara dilancarkan di kawasan tersebut.

Dua orang anak terluka, kata pejabat-pejabat rumah sakit, dan serangan-serangan Israel mengakibatkan gelombang pengungsian baru warga Palestina yang sebelumnya mengungsi menghindari pertempuran dan kembali ke rumah masing-masing hanya beberapa hari lalu.

Para penengah Mesir berjuang mengakhiri konflik Gaza yang telah berlangsung lima pekan dan membuat kedua pihak membuat kesepakatan yang membukakan jalan bagi bantuan rekonstruksi masuk ke kawasan berpenduduk 1,8 juta jiwa itu. Ribuan rumah hancur akibat perang tersebut.

Pihak Palestina menginginkan Mesir dan Israel mencabut blokade mereka yang melumpuhkan Jalur Gaza secara ekonomi. Israel melancarkan serangan pada 8 Juli setelah militan di wilayah itu menembakkan roket lintas perbatasan.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat angka kematian di Gaza akibat perang mencapai 2.016 orang dan sebagian besar adalah warga sipil wilayah pesisir itu. Sebanyak 64 serdadu Israel dan tiga warga sipilnya telah terbunuh.[] sumber: merdeka.com

  • Uncategorized

Leave a Reply