Israel dituding siksa tahanan Palestina hingga tewas

SEORANG tahanan asal Palestina dilaporkan tewas disiksa di penjara Israel. Laporan ini dikhawatirkan memicu kembali bentrokan antara warga Tepi Barat dengan tentara Israel seperti yang terjadi pekan lalu.

Diberitakan Reuters, menurut pemerintah Palestina pada Minggu waktu setempat, tahanan bernama Arafar Jaradat itu tewas akibat siksaan. Temuan ini berdasarkan hasil otopsi di Israel yang dihadiri juga oleh ahli patologi Palestina.

"Ada bekas siksaan pada punggung dan dadanya, ada luka dalam di bagian atas bahunya, luka di bagian tulang belakang dan di bawah kulit," kata Menteri Palestina urusan Tahanan, Issa Qaraqea, membacakan temuan tim dokter Palestina.

Penyiksaan pria 30 tahun ini diduga dilakukan saat interogasi Kamis pekan lalu, ketika empat tahanan mogok makan. Jaradat meninggal dua hari kemudian pada Sabtu. Israel berdalih, dia tewas karena serangan jantung.

Kementerian Kesehatan Israel membantah tuduhan penyiksaan dan laporan yang dikeluarkan Palestina. Menurut mereka, luka-luka pada tubuh Jaradat terjadi saat tim medis ingin menyadarkannya dari pingsan.

Selain bekas luka yang disebutkan Qaraqea, Jaradat juga mengalami retak pada dua rusuk kanannya.

"Temuan awal ini tidak cukup untuk membuktikan sebab kematian," kata Kemenkes Israel yang menyatakan hasil penyelidikan selanjutnya belum keluar.

Kematiannya memicu kerusuhan di perbatasan Tepi Barat-Israel. Warga Palestina melempari tentara Israel dengan batu yang dibalas tembakan senjata. Temuan terbaru ini dikhawatirkan mengobarkan kembali kemarahan warga Palestina yang akan berujung tindak kekerasan.

Akibat kematian ini jugalah, sekitar 3.000 orang tahanan Palestina melancarkan protes dengan menggelar aksi mogok makan. | sumber: vivanews

  • Uncategorized

Leave a Reply