“Islam Masuk ke Indonesia Melalui Aceh”

“Islam Masuk ke Indonesia Melalui Aceh”

BANDA ACEH – Islam masuk ke Indonesia melalui Aceh. Karena itu, sampai sekarang para ulama di Jawa dan daerah lain di Indonesia, jika ditelusuri dasar orangnya, adalah orang Aceh.

Hal tersebut disampaikan oleh K.H. Muhammad Idrus Ramli saat memberikan tausiyah pada pawai dan zikir akbar Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) di Kompleks Makam Syiah Kuala Banda Aceh, Kamis, 10 September 2015.

Dalam catatan sejarah, katanya, Islam ini masuk ke nusantara pada abad pertama Hijriah, yaitu pada masa khalifah yang ketiga, Usman bin Affan.

“Saat itu sudah ada utusan yang dikirim ke Aceh untuk mengajak bangsa kita masuk Islam dan pada saat itu pula sudah terdapat mazhab kita Ahli Sunnah Wal Jamah,” katanya.

Pada abad ke-19 Masehi, Islam tersebar luas dan diikuti oleh mayoritas masyarakat di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan sekitarnya.

Pada abad yang sama atau 600 tahun lalu, kemudian para ulama dari Aceh banyak dikirim ke daerah-daerah lain di seluruh nusantara. “Karenanya, kalau di Jawa sana dipanggil kiai, kiai-kiai itu jika ditelusuri nasab (keturunan)-nya banyak dari Aceh,” ujar Ustaz Idrus.

Mengapa demikian? Ini karena mereka adalah keturunan para ulama yang menyebarkan Islam, misalnya Wali Songo yang juga asalnya dari Aceh. Ia mencontohkan wali pertama bernama Maulana Malek Ibrahim diundang oleh Kerajaan Majapahit. Saat itu Kerajaan Majapahit telah rusak dan Maulana Malek Ibrahim diangkat sebagai qadhi (suatu pangkat yang amat tinggi dalam Islam) untuk mengubah akhlak. Maulana Malek Ibrahim merupakan seorang ulama yang terkenal di Kerajaan Pasai, yaitu Aceh Utara.

Kemudian, lanjutnya, sunan-sunan yang lain juga berasal dari Aceh. Karena itu, sampai sekarang bangsa Indonesia menyebut Aceh dengan Serambi Mekah. “Karena memang pintu masuknya Islam ke Indonesia,” kata Ustaz Idrus.[](bna/*sar)

Leave a Reply