iPhone murah bisa rusak reputasi Apple

KATA “murah” tidak pernah sekalipun diasosiasikan kepada produk buatan Apple. Itu akan berubah sekarang setelah Apple berencana merilis produk telepon pintar berkualitas standar dengan harga miring.

Walhasil, beberapa pengamat perkembangan gadget mulai memberi respons negatif rencana iPhone murah ini.

Pengamat Tero Kuittinen misalnya, menilai rilis iPhone level pemula membuat ponsel Apple tampak murahan dan jelek. Penulis Quartz, Chritopher Mims, juga melihat sebuah kemunduran bagi Apple jika perusahaan itu benar-benar meluncurkan iPhone Lite.

Analis USB, Steven Milunovich, mengaku tak paham dengan strategi Apple. Saat ini, kata dia, penetrasi Apple di pasar ponsel bagi kalangan menengah ke atas  cukup baik. Karena itu, langkah Apple menurunkan target pasaran, justru akan berdampak buruk bagi perusahaan itu. “Menjual iPhone dengan harga murah adalah hal yang menantang,” kata Milunovich.

Ia memperkirakan, dengan perkiraan bandrol harga antara US$ 350 atau Rp 3,4 juta hingga US$ 400 atau Rp 3,9 juta per unit, penjualan itu hanya akan berkontribusi sekitar 5 sampai 10 persen dari keseluruhan omzet Apple.

Selama ini, Apple sukses membangun reputasi sebagai produsen gadget berkualitas dengan harga di atas rata-rata. Komputer, media player, ponsel pintar, dan tablet buatan Apple harganya mahal. Dengan target pengguna kelas premium atau kelas menengah atas, Apple meraih margin keuntungan tinggi, yang membuat iri para pesaingnya.

Kabar kemunculan iPhone murah ini sudah dibantah oleh situs AppleInsider. Mereka  menegaskan bahwa foto iPhone Lite yang tersebar melalui situs Techdy itu adalah palsu.

Meski begitu rumors tetap merebak. Pasalnya, jika berhasil, strategi Apple ini memang bisa meningkatkan market share mereka di tengah pasar ponsel pintar di seluruh dunia. Dengan lesunya pasar ponsel cerdas untuk kelas menengah atas, Apple jelas ingin membidik sekaligus mempertahankan pasarnya, di negara-negara berkembang. | sumber: tempo

  • Uncategorized

Leave a Reply