Insiden Cekcok di DPR Aceh, AHF: Itu Merusak Nilai Perdamaian

Insiden Cekcok di DPR Aceh, AHF: Itu Merusak Nilai Perdamaian

BANDA ACEH – Ketua Umum Aceh Human Foundation (AHF), Abdul Hadi Abidin alias Adi Maros, mengatakan insiden cekcok antara Ketua Komisi I DPR Aceh, Abdullah Saleh dengan Sekwan Hamid Zein, telah merusak nilai-nilai perjuangan.

Mantan kombatan GAM ini mengaku sangat mengecam tindakan yang dinilai telah mempermalukan lembaga dewan ini.

“Saya lima tahun di gunung. Tapi saya tidak sepakat dengan apa yang dilakukan oleh Abdullah Saleh ini. Saya meminta Ketua Umum Partai Aceh untuk mencopot Abdullah Saleh selaku Ketua Komisi I,” kata Adi Maros yang menelpon portalsatu.com, Senin sore, 4 Mai 2015.

Menurutnya, Abdullah Saleh telah merendahkan nilai-nilai bendera bulan bintang.

“Melilit bendera Aceh di leher Sekwan itu cara preman pasar. Saya mendesak Abdullah Saleh meminta maaf kepada Sekwan,” kata Adi Maros.

Adi Maros meminta anggota DPR Aceh tak gampang diprovokasi. Dewan, katanya, harus menunjukan cara-cara terhormat kepada masyarakat Aceh.

“Abdullah Saleh seharusnya lebih bijak dalam menyikapi perkembangan. Jangan mudah tersulut dengan ajakan orang lain yang hanya ingin mengompori. Bukankah menyangkut bendera, Abdullah Saleh bisa komunikasi termasuk dengan pimpinan dan fraksi-fraksi?” ujar Adi.

Kata Adi, tindakan Abdullah Saleh patut dicurigai. “Segala upaya curi start untuk menuju pesta demokrasi 2017. Kenapa harus ketika ajakan LSM mengiring upaya bendera melalui broadcast malah terpancing. Dimana akal sehat politisi? Kenapa tidak melapor ke partai pengusung? Sangat memalukan. Aceh kembali ditertawakan,” ujar Adi Maros.

Leave a Reply