Ini tuntutan mahasiswa dan buruh di Lhokseumawe

MASSA dari Serikat Buruh Aceh dan mahasiswa mewakili BEM seAceh Wilayah II, masing-masing membawa petisi berisi sejumlah tuntutan yang disampaikan kepada DPRK Aceh Utara dan DPRK Lhokseumawe dalam aksi memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional, Rabu, 1 Mei 2013.

Petisi dari mahasiswa dibacakan Koordinator BEM seAceh Wilayah II, Tri Juanda. Dalam petisi itu, mahasiswa meminta pemerintah segera mengaktifkan Balai Latihan Kerja (BLK), memprioritaskan Sumberdaya Manusia (SDM) daerah daripada luar daerah, menciptakan lapangan pekerjaan bagi pengangguran dan mengaktifkan kembali proyek-proyek vital yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Sedangkan petisi dari buruh dibacakan Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Aceh (SBA) Lhokseumawe dan Aceh Utara, Marzuki.  Buruh meminta pemerintah kabupaten kota memberi perhatian lebih serius terhadap tenaga kontrak yang diperkerjakan di instansi pemerintahan maupun swasta dalam hal  menyelesaikan segala bentuk permasalahan baik sistem pendapatan, pengupahan, jaminan sosial kesehatan (Jamsostek) serta tunjangan lainnya.

Kalangan buruh juga berharap standar upah yang diterima buruh mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Regional (UMR) seperti diatur dalam UU Nomor 13 tahun  2003. Kemudian, buruh mendesak pemerintah segera mengimbau perusahaan-perusahaan atau lembaga yang menerapkan sistem out sourcing supaya memerhatikan kewajiban untuk memberikan hak-hak para pekerja sebagaimana diatur dalam UU Nomor 13 tahun 2003.

Selain petisi tersebut, para buruh juga menjelaskan jenis-jenis pekerjaan yang boleh di-out sourcing sesuai Peraturan Menteri Nomor 13 tahun 2012 tentang kemampuan dan pelaksanaan terhadap pencapaian kebutuhan hidup layak dan pengaturan outsourcing.

Sebelumnya diberitakan, puluhan massa tergabung dalam Serikat Buruh Aceh dan mahasiswa dari BEM seAceh Wilayah II, menggelar aksi damai di depan gedung DPRK Aceh Utara dan DPRK Lhokseumawe.[](iip)

  • Uncategorized

Leave a Reply