Ini pernyataan sikap wartawan atas kasus pemukulan di Aceh Utara

TIM Advokasi Zulkifli Anwar (TAZA) melayangkan pernyataan sikap kepada Polres Aceh Utara terkait kasus dugaan pemukulan oleh oknum polisi terhadap wartawan ATJEHPOSTcom Zulkifli Anwar.

Pernyataan sikap itu disampaikan TAZA saat mendampingi Zulkifli membuat laporan secara resmi di Polres Aceh Utara, Sabtu 27 Juli 2013.

Dalam pernyataan sikapnya, TAZA menilai kasus itu telah melanggar Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999.

“Tindakan kekerasan terhadap jurnalis adalah cara-cara premanisme yang merupakan tindakan pidana dan pelanggaran hukum. Sebab jurnalis dalam serangkaian kegiatan profesinya dilindungi Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,” ujar Ketua TAZA, Erwin.

Berikut empat poin pernyataan sikap TAZA:

1. Mengecam aksi pemukulan yang dilakukan Kanit Opsnal Reskrim Polres Aceh Utara, Bripka Rahmad atas jurnalis ATJEHPOSTcom, Zulkifli Anwar.

2. Meminta Polres Aceh Utara dan Polda Aceh serius menangani aksi kekerasan itu, dan memandangnya sebagai upaya penghalangan kerja jurnalistik sebagaimana diatur dalam UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers pada Pasal 18 ayat 1: “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah).”

3. Mengimbau masyarakat untuk memahami kerja jurnalistik yang sejatinya merupakan perwujudan dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Bila jurnalis dihalang-halangi, hal itu berarti menghalangi pula hak masyarakat untuk mendapatkan informasi.

4. Kami juga akan mendukung sepenuhnya ATJEHPOSTcom untuk melaporkan hal itu ke polisi agar kejadian serupa tidak terulang lagi pada media massa cetak, online maupun elektronik di Provinsi Aceh.

Pernyataan sikap itu juga akan diberi tembusan kepada Kapolda Aceh, Gubernur Aceh, Bupati Aceh Utara, Kapolres Aceh Utara, DPP PWA Aceh, AJI Lhokseumawe, PWI Aceh Utara, PWI-R Lhokseumawe-Aceh Utara, Dewan Pers di Jakarta, dan Media Pers.[] (rz)

Berita Sebelumnya:
Wartawan sampaikan sikap ke Kapolres Aceh Utara soal kasus pemukulan

Kasus kekerasan terhadap wartawan di Aceh Utara diminta diproses hukum

  • Uncategorized

Leave a Reply