Ini penyebab rakyat belum rasakan listrik menurut Kementerian ESDM

KEBUTUHAN listrik di Indonesia, dalam tiga tahun terakhir, meningkatkan cukup signifikan. Tercatat sekitar 12 sampai 13 juta kepala keluarga Indonesia belum mendapatkan listrik. Padahal, pemerintah telah menggalakkan beberapa program kelistrikan seperti program listrik pedesaan atau listrik gratis.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman, mengatakan rata-rata program ini mampu menyambungkan listrik kepada sekitar 3 juta pelanggan rumah tangga baru.

"Secara kualitatif masih ada 12-13 juta kepala keluarga yang belum teraliri listrik atau 20,5 persen. Ini merupakan tugas konstitusi dan tantangan kita bahwa dalam Undang-Undang memang masyarakat harus mendapatkan listrik," ujarnya saat acara 'Coffee Morning PLN' di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin 28 Oktober 2013.

Jarman menyatakan bisa saja rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 99 persen asalkan anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tiap tahunnya tidak mengalami perubahan.

"Target kan 2020, sembilan puluh sembilan persen rasio elektrifikasi bisa tercapai, asal DIPA yang tiap tahunnya Rp 9,2 triliun tidak boleh kurang, jika kurang tentunya akan bergeser pencapaiannya. Kalau lihat perkembangan ekonomi saat ini, DIPA tahun ini lebih kecil makan akan bisa menghambat rasio elektrifikasi," jelas dia.

Maka dari itu, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, bukan hanya mencanangkan jaringan listrik baru tapi juga mulai mencicil untuk mencanangkan listrik gratis untuk masyarakat yang tidak mampu.

"Bagi yang tidak mampu memasang listrik, seharusnya mendapatkan instalasi gratis dengan pemberian tiga lampu, satu stop kontak dan biaya tabungan ke PLN secara gratis serta voucher 20 ribu dalam bulan pertama," ungkapnya.[] sumber : merdeka.com

  • Uncategorized

Leave a Reply