Ini Penjelasan KH Muhammad Idrus Ramli Soal Kenduri

Ini Penjelasan KH Muhammad Idrus Ramli Soal Kenduri

BANDA ACEH- Ustaz K.H. Muhammad Idrus Ramli, saat memberikan tausiyah pada pawai dan zikir akbar Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) di Kompleks Makam Syiah Kuala Banda Aceh, Kamis, 10 September 2015, mempertanyakan beberapa hal dasar kepada jemaah.

Pertanyaan tersebut, seperti mengapa para ulama dahulu berhasil mengislamkan bangsa nusantara sehingga menjadikan nusantara dengan jumlah penduduk ummat Islam terbesar di Indonesia? Mengapa bukan di Arab melainkan Indonesia?

Katanya, Indonesia menjadi mayoritas Islam karena yang menyebarkan Islam di nusantara adalah para ulama Ahlussunnah Waljamaah.

Ia melanjutkan, lalu mengapa Aswaja dulu sukses dan berhasil mengislamkan lainnya? Karena mereka menyebarkan Islam dengan Akhlaqul Karimah (akhlak yang mulia) dan salah satu ciri khas akhlak mulia adalah mudah beradaptasi dengan masyarakat.

K.H Muhammad Idrus Ramli mengatakan, dulu para ulama menyebarkan agama dengan pendekatan tradisi bangsa nusantara. Bahkan jauh sebelum Islam tersebar luas, bangsa ini  merupakan bangsa yang kaya dengan tradisi, terutama tradisi kenduri.

“Sampai-sampai bangsa Indonesia dari senangnya memberi makan (kenduri) mulai dari dalam kandungan (masa hamil) sampai ada keluarganya meninggal dunia memberi makan orang dan itu oleh Wahabi malah diprovokasi, dibalik dengan mengatakan, bagaimana orang Indonesia, tetangganya meninggal malah numpang makan,” katanya.

Ustaz Idrus mengatakan, alangkah baiknya bangsa Indonesia sampai keluarga meninggal dunia memberi makan orang. Perlu diketahui, tradisi memberi makan ini adalah tradisi yang Islami seperti selamatan, kenduri maulid, kenduri turun tanah dan lainnya. Mengapa islami?

Ia menceritakan, dulu saat Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah lalu orang-orang Madinah berkumpul menyambut beliau. “Ceramah pertama kali beliau adalah mengatakan ‘Wahai penduduk Madinah sebarkan salam, tradisikan memberi makan orang dan kerjakan salat pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur’,” kata ustaz Idrus mengutip Sabda Rasulullah SAW.

“Jadi anjuran beliau pertama kali ketika datang ke Madinah adalah menganjurkan orang Madinah agar senang memberi makan banyak orang, ini anjuran Rasulullah. Lalu ada sahabat menanyakan, Ya Rasulullah amalan apa dalam Islam yang paling utama? Rasulullah SAW menajawab Ith’amut tha’am, yaitu memberi makan orang banyak dan tanda-tanda amal ibadah seseorang diterima adalah orang yang senang memberi makan. Lalu sahabat tersebut bertanya lagi, apa tanda-tanda haji mabrur Ya Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab yaitu ucapan yang selalu baik dan senang memberi makan banyak orang,” katanya.

Katanya, tradisi memberi makan ini sampai sekarang masih ada di nusantara. Mulai dari Thailand, Papua, Filipina, Jayapura, Brunei Darussalam, Singapura dan Indonesia isinya sama, kenduri. Tradisi ini sebenarnya berlangsung sejak Islam belum datang, tetapi oleh para ulama dulu dibiarkan karena tradisi ini tidak menentang.

“Kalau ditinggalkan berarti tidak berakhlak, karena yang sering disebut Wahabi adalah menghilangkan tradisi tersebut. Kata mereka, tradisi keselamatan, kenduri, dan lain-lain merupakan budaya Hindu,” ujarnya. [] (mal)

Leave a Reply