Ini Pengakuan Remaja Pembakar Bendera PA

LHOKSUKON – Enam remaja tanggung yang dibawa ke kantor Partai Aceh karena diduga membakar bendera partai itu akhirnya buka mulut.

Awalnya, mereka bersikukuh tidak mengakui perbuatannya. Bahkan, setelah ditanya berulang kali mereka tetap tak menjawab.

Mereka baru buka mulut setelah Bukhari, Wakil Ketua Partai Aceh Lhoksukon, menunjukan bukti berupa mancis yang ditemukan di lokasi, serta sisa tali dari bendera yang dibakar. 

“Kami hanya disuruh oleh teman kami yang masih pelajar juga, berinisial A. Kata dia, jika kami membakar bendera PA itu, maka masing-masing dari kami akan diberikan sebatang rokok,” ujar salah satu dari mereka.

Menurut Bukari, mereka hanya meminta keterangan dari enam remaja itu. Setelah mengaku mereka diingatkan untuk tidak mengulangi perbuatannya, mengingat mereka masih di bawah umur dan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kita tunggu kedatangan Keuchik desa mereka, dan orangtua. Setelah pertemuan nanti, kita akan serahkan penanganan kasus itu ke pihak Mapolsek Lhoksukon. Langkah berikutnya berada di kepolisian,” kata Bukhari.

Keenam remaja asal meunasah Minjei, Lhoksukon, Aceh Utara, itu dibawa ke kantor Partai Aceh wilayah Lhoksukon, Kamis (8/3) sekitar pukul 20.25 WIB. Mereka diduga melakukan pembakaran sehelai bendera PA yang terpacak di pinggiran jalan Negara. Persisnya di Meunasah Trieng, kecamatan setempat.[]

Berita sebelumnya:
Diduga Bakar Bendera, Enam ABG Dibawa ke Kantor PA
 

  • Uncategorized

Leave a Reply