Ini masjid-masjid bersejarah di Pidie Jaya

BANGUNAN tua itu separuhnya menggunakan konstruksi kayu. Di usianya ke-390 tahun, bangunan yang dikenal dengan nama Mesjid Madinah Japakeh itu kini mulai lapuk dimakan usia. Ini merupakan salah satu mesjid tertua dan bersejarah di Aceh.

Mesjid Madinah dibangun Teungku Muhammad Jalaluddin atau dikenal dengan nama Teungku Japakeh pada tahun 1.623 Masehi. Japakeh membangun rumah ibadah itu setelah kembali dari perang menyerang Portugis di Semenanjung Malaka.

Mesjid ini terletak di Gampong Dayah Kruet, Kemukiman Kuta Baroh, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Di dalam mesjid tua ini sampai sekarang masih tersimpan peninggalan bersejarah, yaitu sebuah mimbar kayu dengan ukiran huruf Arab. Konon, mimbar itu dibawa pulang Teungku Japakeh dari kota Madinah Al Munawarah, Arab Saudi.

Proses membawa mimbar itu dengan cara pengapungan melalui alur sungai hingga kini diabadikan dengan sebuah nama Gampong Lueng Mimba. Selain mimbar, pusaka bersejarah juga masih tersimpan hingga kini berupa sebuah guci, dan dua buah batu yang sering digunakan Teungku Japakeh untuk prosesi penyumpahan bila ada orang yang bersengketa. Jejak Teungku Japakeh masih dapat ditemui. Makam ulama perang itu terletak di sisi kanan Mesjid Madinah. Saat ini, Mesjid ini sering digunakan kaum ibu untuk mengikuti pengajian.

Mesjid bersejarah lain di Kabupaten Pidie Jaya adalah Mesjid Iskandar Muda. Mesjid ini dibangun pada tahun 1920 Masehi bersamaan dengan menetapnya Raja Aceh Darussalam, Iskandar Muda di Benteng Kuta Batee, Gampong Mayang, Kecamatan Meureudu. Mesjid ini telah beberapa kali direnovasi, kondisinya pun memprihatinkan. Kini bagian kubahnya telah keropos. Bagian atas mesjid yang keseluruhannya kini telah dibeton itu juga keropos, tampak ilalang tumbuh di sisi atas.

Dalam ruang mesjid ini ada sebatang bambu atau dikenal dalam bahasa Aceh “Purieh.” Konon, purieh itu pernah digunakan Raja Aceh Iskandar Muda untuk menuju ke puncak mesjid untuk mengumandangkan azan. Mesjid ini sering digunakan masyarakat untuk sembahyang berjamaah lima waktu, dan ibadah shalat lain pada hari besar Islam.

Mesjid lain yang juga menjadi sejarah kuatnya Islam di Nagari Meureudu adalah Mesjid Teungku Dipucok Krueng, Gampong Beuracan, Kecamatan Meureudu. Mesjid yang terletak di sisi jalan Negara itu  dibangun oleh Tgk. Abdussalim pada tahun 1626 M, pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda di  Kerajaan Aceh Darussalam.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply