Ini Lokasi Pembangunan Kantor Bank Aceh di Takengon

Ini Lokasi Pembangunan Kantor Bank Aceh di Takengon

BANDA ACEH- Para pihak akhirnya menyepakati pembangunan kantor Bank Aceh di Aceh Tengah berada di Desa Kemili, Kecamatan Bebesan. Keputusan ini diambil dalam pertemuan ini rumah dinas Wakil Gubernur Aceh, Minggu pagi 26 Juli 2015.

Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem sangat berharap agar pembangunan Bank Aceh ini berjalan dengan lancar tidak ada kendala.

“Ini supaya untuk melancarkan pengembangan di Aceh Tengah,” kata Mualem di ruang makan pendopo Wakil Gubernur Aceh, Blang Padang, Minggu pagi, pukul 08.00 WIB. Rapat berjalan selama 50 menit sambil makan pagi.

hadir  dalam rapat Mualem, Bupati Aceh Tengah, Dirut Bank Aceh serta beberapa pendamping lainnya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, menemui Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf di rumah dinas Wagub Aceh, Sabtu, 25 Juli 2015, sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Nasaruddin yang didampingi H Hanansyah, SE, meminta perhatian Pemerintah Aceh terkait perkembangan pembangunan di Aceh Tengah.

Ada tiga hal yang menjadi fokus pembicaraan dalam pertemuan tersebut. Diantaranya adalah pembangunan kantor baru Bank Aceh, pengembangan pariwisata Gayo dan perluasan Bandara Rembele.

Seperti diketahui, pembangunan Bandara Rembele sudah dimulai sejak 2014 lalu. Ada beberapa penambahan fasilitas pendukung serta perpanjangan landasan pacu dari 1.400 meter x 30 meter menjadi 2.100 x 45 meter yang dilakukan dalam rencana pembangunan kali ini.

Pembangunan Bandara Rembele ini merupakan program prioritas Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, bersamaan dengan delapan prioritas pembangunan bandara nasional lainnya.

Sementara mengenai pembangunan Bank Aceh hingga saat ini masih terkendala dalam pembebasan lahan.

Menyikapi hal ini, Mualem mengatakan akan membahas hal tersebut dengan instansi terkait, terutama mengenai Bank Aceh dan pembangunan Bandara Rembele. “Akan kita bahas kembali nanti,” ujarnya.

Mualem mendukung adanya rencana pengembangan wisata di Aceh Tengah, terutama yang menyangkut peningkatan perekonomian masyarakat di daerah tersebut. Dia juga menyarankan agar potensi-potensi wisata di Aceh Tengah dikembangkan lagi seperti menggalakkan even-even pacuan kuda, mempromosikan destinasi wisata alam Gayo dan juga penambahan produksi hasil kopi.

Namun Mualem menekankan agar pemerintah Aceh Tengah menjaga citra pariwisata di daerah tersebut supaya tidak menjurus ke arah negatif. [] (mal)

Foto: Adi Gondrong

Leave a Reply