Ini Kata Sosiolog Tentang Bentrok Mahasiswa Aceh Tengah dan Aceh Selatan

BANDA ACEH – Konflik kekerasan memang tidak bisa dihindari karena semua manusia mempunyai peluang untuk konflik. Hal ini disebabkan adanya perbedaan yang terkadang susah untuk disatukan.

Pernyataan itu disampaikan Sosiolog Aceh, Khairan, yang juga staf pengajar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis 28 Juni 2012.

Namun, menurut Khairan, konflik bisa dikelola, seperti bentrok yang terjadi antara mahasiswa Aceh Tengah dan Aceh Selatan pada Rabu 27 Juni 2012 dini hari, di Taman Sri Ratu Safiatuddin yang mengakibatkan puluhan sepeda motor hangus terbakar.

"Caranya dengan melakukan pendekatan dan mediasi untuk mempertemukan pokok dan akar permasalahannya, kenapa demikian kasusnya," ujarnya.

Ia menambahkan, konflik antar kedua kelompok ini bisa saja karena tidak kepuasan satu sama lain. Seharusnya sebelum terjadi yang tidak diinginkan harus ada duduk pakat untuk mencari jalan tengahnya.

"Kapan konflik itu baik, ketika konflik dapat selesaikan dan dikelola secara bermusyawarah, artinya perbedaan-perbedaan bisa ditampung dengan melakukan mediasi antar kedua belah pihak, dalam hal ini pemerintah yang berperan untuk menangani hal tersebut sebelum adanya pihak propovator yang bisa saja memanfaatkan peluang konflik yang terjadi," kata Khairan.[]

 

  • Uncategorized

Leave a Reply