Ini kata SBY soal pengukuhan Wali Nanggroe

PRESIDEN Soesilo Bambang Yoedhoyono menjamu Gubernur Aceh Zaini Abdullah di ruang kerjanya pada Jumat, 31 Agustus 2013. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas sejumlah poin penting termasuk implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh sebagai turunan perjanjian MoU Helsinki antara RI dengan Gerakan Aceh Merdeka.

“Saya telah menangani peace (damai) proses ini sebelum saya menjadi Presiden dan sebelum MoU Helsinki ditandatangani. Untuk ini saya berkomitmen dalam menyelesaikan keseluruh proses ini sebelum masa jabatan saya berakhir," ujar Presiden SBY seperti dikutip ATJEHPOSTcom dalam siaran pers Biro Humas Pemerintah Aceh, Sabtu, 31 Agustus 2013.

Sebagai orang yang terlibat langsung dalam perdamaian Aceh, SBY mempercayakan Malik Mahmud yang kini menjabat sebagai pemangku Wali Nanggroe untuk memimpin Lembaga Wali Nanggroe.

"Demikian juga dengan Lembaga Wali Nanggroe, bahwa Tengku Malik Mahmud diberikan kepercayaan untuk menjadi pemersatu rakyat Aceh yang bijak dan amanah dalam menjaga peradaban dan perdamaian Aceh,” katanya.

Selain itu, Presiden SBY mengatakan akan menghadiri pengukuhan Wali Nanggroe dalam Sidang Istimewa Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang akan digelar September 2013 mendatang.

Dia turut memberi arahan kepada Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi agar segera menyelesaikan hal-hal terkait dengan kelembagaan Wali Nanggroe.

Hadir dalam pertemuan tersebut mendampingi Presiden SBY yaitu Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Negara PPN atau Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menparekraf Mari Elka Pangestu serta Juru Bicara Presiden Julian Adli Pasha. Turut hadir mendampingi Gubernur Aceh Asisten I Pemerintahan Aceh Dr. Iskandar Gani dan Mohammad Raviq.[]

Baca juga:

Revitalisasi ekonomi Aceh jadi pembahasan penting Gubernur Zaini dengan Presiden

  • Uncategorized

Leave a Reply