Ini Kata Presma UGP Soal Pemangkasan Kewenangan Wagub Aceh

MAHASISWA Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon menyayangkan sikap Gubernur Aceh yang tidak pernah memberikan kesempatan bagi Wakil Gubernur untuk melaksanakan tugas di pemerintahan Aceh.

Menurut Presma UGP, Raunal Mahfud, tindakan gubernur ini jelas-jelas mencerminkan sikap tidak percaya terhadap Wakil Gubernur Aceh.

“Seharusnya gubernur selalu berkoordinasi dulu dengan Wagub karena keduanya merupakan tokoh sentral yang punya wewenang penuh dalam menjalankan roda pemerintahan di Aceh,” ujar Raunal kepada Atjehpost.co via telepon seluler, Jumat malam, 14 November 2014.

Raunal menjelaskan, kedua pemimpin Aceh ini turut berperan penting dalam menjalankan bahtera birokrasi dalam pemerintahan. Pasalnya, kata Raunal lagi, maju atau tidaknya Aceh itu tergantung dari peran dan kekompakan antar kedua tokoh tersebut.

Menurutnya, kedua sosok ini memiliki peran dan tanggungjawabnya sesuai dengan tupoksinya sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang RI maupun UUPA.

“Kalaupun memang ada pertemuan keluar atau agenda ke depan seharusnya mengkoordinasi dulu kepada Wagub melalui humas karena Wagub juga perpanjangan tangan Gubernur selaku pembantu untuk menjalankan roda pemerintahan. Jangan langsung diarahkan kepada Sekda tanpa pemberitahuan yang jelas,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Ia juga berharap agar gubernur beserta Wakil Gubernur Aceh harus benar-benar menunjukkan citra positifnya di depan masyarakat Aceh.

Menurutnya, kedua tokoh ini harus benar-benar memberikan contoh dan suri tauladannya kepada bawahannya dari berbagai instansi.

“Ya harapnnya ke depan Gubernur Aceh harus benar-benar membangun hubungan baik dengan Wagub selaku orang nomor satu dan dua di Aceh. Apalagi keduanya diangkat melalui satu paket dari Partai Aceh yang mana selalu mengedepan visi dan misinya terhadap kesejahteran rakyat Aceh,” ujarnya lagi. []

  • Uncategorized

Leave a Reply