Ini Kata Penumpang Soal Garuda Gagal Mendarat di Bandara Malikussaleh

SALAH satu karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pase, Fakhrurrazi Saidi, mengaku kecewa terkait gagalnya pendaratan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Malikussaleh, Minggu, 1 Maret 2015. Pasalnya kejadian yang dialami Garuda Indonesia tersebut membuat jadwal keberangkatannya ikut terganggu.

“Padahal kita dan bersama penumpang lainnya sudah menunggu di Bandara Malikussaleh sesuai jadwal tiket penerbangan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun sudah berjam-jam kita menunggu, pesawatnya pun tidak sampai, dan bahkan sempat delay dua kali,” ujar Fakhrurrazi Saidi kepada ATJEHPOST.co lewat telpon selular, Senin, 2 Maret 2015.

Ia mengatakan pesawat nyaris mendarat jelang maghrib, tapi malah putar balik ke arah Medan. "Tidak jadi mendarat karena diinformasikan lampu runway tidak nyala, maka pesawat tidak bisa turun,” katanya.

Fakrurrazi mengaku seharusnya sudah berada di Jakarta sekitar pukul 08.00 Wib hari ini. Namun akibat kejadian tersebut dirinya terlambat mengikuti agenda penting di Jakarta.

Fakrurrazi mengatakan pihak Garuda Indonesia sudah mengembalikan tiket dan turut memberikan kompensasi kepada penumpang. "Selain itu, semua penumpang juga ditanggung ongkos bus Rp150 ribu. Saya sekarang sedang berada di Bandara SIM. Berangkatnya (ke Jakarta) melalui Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh sekitar pukul 14.00 WIB hari ini, dan tadi malam saya berangkat ke sini dari Lhokseumawe,” katanya.

Ia berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi di masa mendatang. "Bila ada delay jadwal penerbangan maupun dari segi kendala apapun, itu sebaiknya ada informasi yang tepat kepada penumpang sehingga kita pun tahu secara jelas apa penyebab kendalanya tersebut, dan penumpang pun tidak menjadi kecewa seperti itu,” katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply