Ini Kata Irwan Djohan Soal Listrik Aceh

Ini Kata Irwan Djohan Soal Listrik Aceh

BANDA ACEH – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat  Aceh (DPRA) siap men-support eksekutif untuk menambah suply arus listrik Aceh agar lebih mandiri dan tidak tergantung lagi dengan Medan, Sumatera Utara. Namun Pemerintah Aceh diminta untuk mempercepat penyelesaian proyek revitalisasi gas Arun, PLTU Nagan Raya dan proyek gheotermal.

“Kendalanya sekarang ada di Pemerintah Aceh. Kasus gheotermal misalnya, kendalanya di Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yaitu PDPA (Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh) yang hingga sekarang belum layak secara manajemen. Benahi manajemennya agar DPRA bisa mengalokasikan anggaran untuk perusahaan daerah ini,” ujar Wakil Ketua DPRA Teuku Irwan Djohan, kepada portalsatu.com, Minggu malam, 14 Juni 2015.

Teuku Irwan mengatakan DPRA hingga saat ini belum bisa mengalokasikan anggaran untuk PDPA lantaran lembaga ini memiliki track record yang kurang baik. Menurutnya kondisi manajemen PDPA yang kurang sehat juga membuat Mendagri melarang kucuran anggaran untuk lembaga ini dalam APBA 2015.

Track record-nya kurang baik, karenanya Pemerintah Aceh harus cepat merevitalisasi BUMA ini,” katanya.

Selain itu, kata Teuku Irwan, PT PLN (Persero) Wilayah Aceh sebenarnya sudah memiliki blue print atau grand design untuk menambah suply arus listrik untuk Aceh. “Namun terkendala lahan,” katanya.

“DPRA dan Pemerintah Aceh sebenarnya siap untuk men-support grand design tersebut, tapi PT PLN harus pro aktif melobi DPRA dan Pemerintah Aceh terkait grand design ini. General Manager-nya PLN Aceh sudah pernah bertemu dengan saya beberapa waktu lalu. Yang diperlukan sekarang adalah PLN Aceh mempresentasikan secara gamblang kepada DPRA dan Pemerintah Aceh agar kita paham apa yang dibutuhkan,” katanya.[]new logo webtorial

Leave a Reply