Ini Jenis Hukuman Bagi Pelanggar Qanun Syariat Islam di Aceh

BANDA ACEH – Sejak 2002 lalu, Aceh telah memiliki sejumlah qanun yang mengatur tentang penerapan syariat Islam. Qanun-qanun itu juga mengatur tentang hukuman bagi para pelanggar, mulai dari hukuman cambuk, hingga penjara. Apa saja pelanggaran yang dapat dihukum?

Ada empat qanun yang mengatur tentang syariat Islam yakni;  Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan aqidah, ibadah dan syiar Islam, Qanun Nomor 12 Tahun 2003 tentang minuman khamar dan sejenisnya, Qanun nomor 13 tahun 2003 tentang maisir (perjudian), dan Qanun nomor 14 tahun 2003 tentang khalwat (perbuatan mesum).

Dalam Pasal 21 Qanun Nomor 11 Tahun 2002 disebutkan, bahwa hukuman bagi laki-laki yang tidak melaksanakan salat Jumat tiga kali berturut-turut tanpa uzur syari, adalah penjara maksimal 6 bulan atau cambuk maksimal 3 kali.

Sedangkan hukuman bagi perusahaan pengangkutan yang tidak memberikan kesempatan dan fasilitas kepada pengguna jasa untuk salat fardhu, adalah dicabut izin usahanya.

Selain itu, hukuman bagi warga yang menyediakan fasilitas atau peluang untuk tidak berpuasa bagi orang yang wajib berpuasa pada bulan Ramadhan, adalah penjara maksimal 1 tahun atau denda tiga juta rupiah, atau cambuk 6 kali dan dicabut izin usahanya.

Selanjutnya, pasal 22 dalam Qanun Nomor 11 Tahun 2002 disebutkan, hukuman bagi warga yang makan dan minum di tempat umum pada siang hari Ramadhan, adalah penjara maksimal 4 bulan atau cambuk maksimal 2 kali.

Pasal 23 pada qanun yang sama, menambahkan bahwa hukuman bagi warga yang tidak berbusana islami, adalah dimulai dengan hukuman yang paling ringan.

Selanjutnya, dalam pasal 26 Qanun Nomor 12 Tahun 2003, menyebutkan bahwa hukuman bagi warga yang mengkonsumsi minuman khamar dan sejenisnya adalah cambuk 40 kali.

Pasal 27 Qanun Nomor 12 Tahun 2003 menjelaskan, bahwa warga yang memproduksi, menyediakan, menjual, memasukan, mengedarkan, mengangkut, menyimpan, menimbun, memperdagangkan, menghadiahkan, mempromosikan minuman khamar dan sejenisnya, serta turut serta membantu memproduksi, adalah kurungan maksimal 1 tahun, minimal 3 bulan, atau denda maksimal Rp75 juta.

Pasal 23 Qanun Nomor 13 Tahun 2003 menjelaskan, warga yang melakukan maisir atau perjudian, dapat dicambuk maksimal 12 kali dan minimal 6 kali.

Sedangkan bagi warga yang menyelenggarakan atau memberikan fasilitas kepada orang yang akan melakukan perjudian, serta menjadi pelindung perbuatan perjudian, dapat dihukum dengan denda maksimal Rp35 juta, dan minimal Rp15 juta.

Selanjutnya, pasal 22 Qanun 14 Tahun 2003 menyebutkan, warga yang melakukan khalwat atau mesum, dapat dicambuk maksimal 9 kali dan minimal 3 kali, atau dan denda maksimal Rp10 juta dan minimal Rp2,5 juta.

Sedangkan bagi warga yang memberikan fasilitas dan melindungi orang yang melakukan perbuatan khalwat atau mesum, dapat dihukum kurungan maksimal 6 bulan, dan atau denda maksimal Rp15 juta serta minimal Rp5 juta.

Berita terkait:

Di Aceh Ternyata Tidak Salat Jumat Bisa Masuk Penjara

Ini Petikan Qanun tentang Hukuman Penjara dan Cambuk Bagi yang Tidak Salat Jumat Tiga Kali

  • Uncategorized

Leave a Reply