Ini Hasil Mubes IPPAT di Aula DPD RI

Ini Hasil Mubes IPPAT di Aula DPD RI

BANDA ACEH – Sejumlah mahasiswa asal Aceh Timur kembali menggelar Musyawarah Besar (Mubes) di Aula DPD RI, Minggu 6 September 2015.

“Mubes ini merupakan lanjutan dari kegiatan di Aula Gedung C Wali Kota Banda Aceh pada 10 Mei lalu. Mubes ini berisi agenda pemilihan pimpinan sidang tetap karena pimpinan sidang lama yang walk out saat itu, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART, penyampaian LPJ Pengurus lama, dan pencalonan Ketua IPPAT untuk periode selanjutnya,” kata Ketua Panitia Muhammad Reza Syahrul, dalam siaran persnya, Senin 7 September 2015.

“Alhamdulillah peserta diikuti oleh representatif pengurus paguyuban kecamatan dari Aceh Timur, sehingga sidang bisa kita jalankan tanpa menodai kaidah dan norma-norma Mubes IPPAT sesuai amanah AD\ART,” katanya lagi.

Pelaksanaan Mubes, kata dia, dilanjutkan tanpa dukungan dari pemerintah daerah dan tanpa berbau politik.

“Tanpa bermewah-mewah, bahkan makan siang saja tidak kami sediakan, karena kami tidak menyebarkan proposal-proposal untuk Mubes suci ini. Inilah yang ingin kita bangun, jika kita terus menerus menjadi mahasiswa proposal, bukan ilmu organisasi yang kita dapatkan, yang ada akan melahirkan mahasiswa-mahasiswa dungu. Karenanya forum Mubes ini berjalan dengan sangat sederhana namun berlangsung alot,” ujar Muhammad Reza Syahrul.

“Alhamdulillah di akhir sesi Mubes melahirkan ketua baru, Nanda Abd Halim setelah mengalahkan Chalid Akbar dan Agustia Randa,” kata dia.

Sementara itu, ketua terpilih Nanda Abd. Halim, mengatakan dirinya mengucapkan banyak Terimakasih kepada kawan-kawan Aceh timur yang berhadir.

“Terpilihnya saya tidak terlepas dari support kawan-kawan, saya menemukan keluarga baru di forum ini, barisan ini akan terus kita pererat. Saya ingin merangkul semua kawan di luar sana, yang sedang kuliah dengan keterbatasan biaya, yang tinggal digubuk-gubuk tua demi cita-cita, yang tidur beralaskan tikar, yang bekerja membanting tulang demi sarjana. Inilah cita-cita saya sebagai ketua baru IPPAT,” ujarnya lagi.

“Saya ingin mengubah kesan IPPAT hanya dimiliki oleh dua asrama putra dan putri, IPPAT ini milik kita semua. Milik kawan-kawan di luar sana. IPPAT ini akan menjadi motor control kinerja pemerintah, yang tidak semena-mena memberikan penghargaan, yang akan menjadi bahu sandaran rakyat Aceh Timur dengan himpitan ekonominya, karena itu pula kita tidak akan meminta di SK kan oleh Pemerintah Daerah,” ujar Nanda.

Dia menambahkan dalam beberapa hari kedepan akan langsung membentuk panitia recruitment pengurus.

“Ya kesempatan ini kami buka secara luas, kami akan membentuk Panitia recruitment utk menjaring pengurus-pengurus yang ingin bergabung dan belajar organisasi. Di sinilah tempatnya, nanti akan ada beberapa tahap recruitment, salah satunya interview. Kita menjaring mahasiswa-mahasiswa bermoral sebagai nahkoda IPPAT,” ujarnya.

Sedangkan Sayyid M.Chaidir Almahdaly selaku ketua Definitif juga menambahkan, bahwa d ibawah kepemimpinannya berhasil dan sukses melaksanakan Mubes.

“Ya alhamdulillah, amanah organisasi dan tanggungjawab moral ini telah berhasil kami selesaikan, sebagai pengurus lama dan penyelenggara Mubes. Kami berharap perahu ini kalian jaga baik-baik, kalian belajar sungguh-sungguh. Jangan sekalipun perahu ini kalian jual kepada penguasa rakus,” ujar Sayyid. [] (mal)

Leave a Reply