Ini harapan warga pada manajemen baru PDAM Tirta Tawar

KELUHAN terhadap kurangnya pelayanan air bersih selama ini dirasakan hampir sebagian besar warga, terutama di kawasan Kota Takengon Kabupaten Aceh Tengah.

Roni Juanda, 31 tahun, warga Kampung Pinangan Kecamatan Kebayakan mengatakan di sekitar tempatnya tinggal hampir semua warga menggunakan sumur bor untuk mendapatkan air bersih, walaupun saluran PDAM menjangkau wilayahnya.

Namun, kata dia, karena air PDAM tidak pernah mengalir, atau kalaupun mengalir kualitasnya sangat jauh dari harapan. Ini menyebabkan warga setempat lebih memilih beralih ke sumur bor dan memutuskan sepihak saluran PDAM yang ada."Pakai tidak pakai tetap bayar, lebih baik dicopot saja," kata Roni.

Lain halnya dengan Mahyadi, 37 tahun, yang mengeluhkan ketidakjelasan biaya administrasi pelayanan yang diberikan oleh PDAM selama ini.

Mahyadi yang mengontrak satu unit rumah di kawasan Blang Mersa Kecamatan Lut Tawar ini mengaku pernah harus membayar tagihan sebulan pemakaian sebesar 300 ribu rupiah, padahal biasanya hanya 40 hingga 50 ribu rupiah.

Belum lagi kerab didengar banyak konsumen yang mengeluhkan ketidakpastian biaya pemasangan instalasi meteran air baru yang mencapai angka ratusan ribu hingga satu jutaan rupiah. PDAM kedepan, menurut Mahyadi, harus lebih transparan kapada pelanggan dan diharapkan memberikan informasi yang jelas terkait biaya pelayanan yang diberikan.

"Selama ini kalau ada masalah, tidak jelas harus mengeluh kemana. Hendaknya PDAM menyediakan saluran aspirasi untuk menampung dan unit layanan yang bertindak cepat untuk melayani keluhan konsumen,” kata Mahyadi.

Seiring dengan keberadaan Direktur PDAM Tirta Tawar yang baru, tersemat pula harapan masyarakat Kabupaten Aceh Tengah untuk mendapatkan pelayanan air bersih yang berkualitas.

Seperti diberitakan sebelumnya, manajemen PDAM Tirta Tawar saat ini dipimpin oleh M Daud, SE setelah dilantik oleh Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM, pada Rabu 21 Agustus 2013 lalu.

Sebagai salah satu badan usaha milik daerah, PDAM ditekankan untuk fokus mengupayakan tersedianya air bersih tidak hanya dari kuantitas, tapi juga kualitas yang dihasilkan.

"Berbeda dengan perusahaan Daerah lainnya yang mengelola urusan lebih luas, PDAM khusus mengelola air minum sehingga harus benar-benar lebih baik," kata Nasaruddin.

Selain itu, PDAM sebagai perusahaan daerah, menurut Nasaruddin, harus memperhatikan karyawan sebagai aset, konsumen sebagai pihak yang harus mendapat pelayanan optimal, begitu juga  pemilik saham dalam hal ini pemerintah daerah, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Sumber air yang dikelola oleh PDAM Tirta Tawar selama ini mengandalkan gravitasi dari mata air di pegunungan sekitar Danau Lut Tawar. Karena itu, Nasaruddin menekankan perusahaan untuk menjaga sumber mata air dengan memelihara kelestarian hutan disekitarnya.[] (mrd)

  • Uncategorized

Leave a Reply