Ini Harapan GeRAK Jika Kejari Tangani Kasus Damkar Rp16,89 Miliar

LEMBAGA Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh untuk mengusut kasus pengadaan Damkar Rp16,89 miliar hingga tuntas. Pengusutan kasus ini dinilai mendapat dukungan yang besar dari public Aceh.

“Jika Kejari sudah mulai mengusut, harapan kita tak boleh setengah-tengah. Harus tuntas. Harus berani memeriksa actor dibalik pengadaan Damkar Rp16,89 miliar, termasuk jika Gubernur Zaini (Zaini Abdullah) terlibat sekalipun,” ujar Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani, kepada ATJEHPOSTco, Senin 5 Januari 2015.

Askhalani meminta Kejari Banda Aceh tidak menghilangkan harapan public di Aceh.

“Dalam artian, mengusut kasus ini dan kemudian berhenti di tengah jalan. Alasanya bisa karena kekurangan bukti atau tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengusut hingga ke Jakarta,” kata pria yang akrab disapa Askhal ini lagi.

“Demikian juga dalam penetapan tersangka. Jangan cuma menargetkan kontraktor dan PPTK. Tapi kalau bisa oknum yang bermain dibelakangnya,” ujarnya lagi.

Publik dan LSM anti korupsi, kata Askhal, akan terus memantau kasus ini hingga tuntas.

“Kita siap mengawal kasus ini hingga selesai. Oleh karena itu, Kejari Banda Aceh akan terus dipantau,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mulai melakuan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran Pemerintah Aceh senilai Rp 16,8 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banda Aceh, Husni Thamrin SH mengatakan, mengakui kalau pihaknya sedang berusaha mengumpulkan sejumlah data terkait pengadaan mobil Damkar tersebut.

"Hari ini kita mulai melakukan pengumpulan sejumlah data terkait pengadaan mobil Damkar senilai Rp 16,8 miliar lebih setelah mendapat sejumlah informasi," ujar Husni Thamrin kepada Atjehpost.co saat ditemui di ruang kerjanya, Kota Banda Aceh, Senin, 5 Januari 2015.

Menurutnya, selama ini pihaknya masih menelusuri kasus pengadaan mobil damkar yang sarat dengan mark-up.

"Namun sejauh ini kita masih selidiki dulu dengan mengumpulkan data konkrit apakah terindikasi Mark-Up atau tidak," ujarnya lagi.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply