Ini Dia Jenis Seni Tutur yang Berkembang di Aceh

Salah satu jenis seni tutur yang paling dikenal dalam masyarakat Aceh adalah hikayat. Sebuah hikayat biasanya menceritakan tentang kehebatan atau cerita kepahlawanan, bisa juga berbagai hal yang menyangkut dengan nilai-nilai kearifan lokal lainnya. Hikayat umumnya dibacakan untuk hiburan yang dilakukan di waktu-waktu senggang.

Seniman tutur Aceh Muhammad Yusuf Bombang atau yang dikenal dengan sebutan Apa Kaoy mengatakan, selain hikayat jenis kesenian tutur di Aceh juga ada hadih maja, seumapa, cae atau syair. Seumapa biasanya sering ditampilkan di acara-acara perkawinan.

Termasuk juga meurukon yang sering membahas berbagai hal terkait ilmu-ilmu keagamaan. Dike juga termasuk dalam seni tutur.

"Tapi dike lebih dekat ke nazam," kata Apa Kaoy kepada ATJEHPOST.co, Minggi 19 Oktober 2014.

Selain yang disebutkan di atas juga ada hiem, sejenis teka-teki Aceh namun kental dengan nilai-nilai sastra.

Para pelaku seni tutur di Aceh menurutnya cukup banyak, terutama di desa-desa. Namun karena terbatasnya ruang untuk mereka berekspresi membuat mereka tidak dikenal. Dibandingkan budaya menulis/literasi, budaya bertutur di Aceh menurutnya sangat kuat.

"Seni tutur ada sejak Aceh ini ada," katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply