Ini Dia 10 Negara Paling Labil

Enam negara Afrika masuk dalam daftar 10 negara paling tidak stabil alias labil, termasuk Somalia yang menduduki posisi puncak selama lima tahun berturut-turut karena lemahnya hukum dan pembajakan merajalela.

Daftar 10 negara paling tidak stabil ini dirangkum oleh organisasi non profit berbasis di Washington, Fund for Peace menggunakan 2012 Failed States Index. Daftar tahunan yang dirilis untuk kedelapan kalinya ini membuat peringkat resiko ketidakstabilan 177 negara berdasarakan 12 indikator sosial, ekonomi dan politik. Daftar ini dipublikasikan kemarin oleh majalah Foreign Policy.

“Somalia dipilih sebagai negara paling tidak stabil di dunia karena ketiadaan hukum, pemerintahan yang tidak efektif, terorisme, merajalelanya pemberontakan dan aksi kriminal serta serangan bajak laut terhadap kapal-kapal pengangkut asing,” tulis Fund for Peace di situs resminya kemarin.

Menurut Fund of Peace, negara yang masuk peringkat tinggi dalam daftar ini bukan berarti negara paling gagal, tapi mereka menghadapi berbagai tekanan luar biasa dari faktor-faktor seperti pengembangan tak seimbang, penurunan ekonomi dan isu hak asasi manusia.

Berikut ini 10 negara yang menduduki peringkat teratas menurut 2012 Failed States Index, dilansir dari CNN.com (19/6/2012):
1. Somalia
2. Republik Demokratis Kongo
3. Sudan
4. Chad
5. Zimbabwe
6. Afghanistan
7. Haiti
8. Yaman
9. Irak
10. Republik Afrika Tengah

Majalah Foreign Policy menyoroti bahwa ibukota Somalia, Mogadishu sedang menikmati masa-masa relatif tenang. CNN melaporkan kalau pasukan Uni Afrika tahun lalu mendepak Al-Shabaab, grup militan Islam yang terafiliasi dengan al Qaeda keluar dari pusat kota Mogadishu setelah bertahun-tahun perang.

Namun pertempuran kedua grup ini berlanjut di sudut lain Somalia. Minggu lalu, administrasi Presiden AS Barack Obama untuk pertama kalinya menyatakan bahwa satuan militer AS siap bertindak langsung menghadapi dugaan teroris di Somalia.

Perubahan terbesar terjadi di luar negara 10 besar, sebagian besar adalah negara yang merasakan peningkatan konflik di Afrika Utara dan Timur Tengah tahun lalu. Penurunan terbesar terjadi pada Libya yang tadinya berada di luar 60 besar, tahun ini masuk di peringkat 50. “Akibat perang sipil, kampanye serangan udara yang dipimpin NATO dan penggulingan rezim Gadhafi,” kata Fund for Peace.

Syria yang mengalami peningkatan konflik lebih dari setahun, peringkatnya melejit dari nomor 48 pada 2011 menjadi nomor 23 pada 2012. Menjadi lonjakan terbesar keempat dalam setahun. Haiti yang masuk ke 10 besar tahun lalu setelah gempa bumi parah pada 2010 menjadi perwakilan Barat di 10 besar.

Sementara negara lain seperti Pakistan berada di peringkat 13, Korea Utara peringkat 22, Iran peringkat 34, Amerika Serikat peringkat 159 dan Finlandia dianggap paling stabil dengan duduk di peringkat 177. (ang/ang) | sumber: detik

  • Uncategorized

Leave a Reply