Ini Alasan yang Bikin Orang Mulai Mencoba Rokok

Berbagai cara dilakukan untuk pengekang penggunaan rokok di dunia. Tapi tetap saja banyak orang yang terus merokok. Menghentikan pecandu rokok bukan perkara mudah, namun bisa dihindari bila tahu apa yang menyebabkan orang mulai mencoba rokok.

Berbagai studi menunjukkan hubungan antara rokok dan masalah kesehatan. Menurut WHO, 1 dari 10 orang dewasa atau lebih dari 5 juta orang per tahun meninggal karena penyakit terkait tembakau.

Tapi perokok nampaknya masih belum jera. Karena itu, jangan pernah mencoba rokok dan kenali apa saja yang bisa membuat orang mulai mencoba rokok, seperti dilansir howstuffworks, Rabu (4/3/2012):

1. Bantuan penghilang stres
Bagi orang-orang yang tidak menderita penyakit mental berat, rokok mungkin masih menjadi suatu bentuk pengobatan diri sendiri. Misalnya, tentara yang mencoba merokok untuk menghadapi stres di medan perang.

Banyak orang yang merasa stresnya hilang setelah menghisap rokok. Sayangnya, pecandu menjadi tidak mudah lepas dari rokok setelah stres berlalu. Alat yang digunakan untuk mengurangi stres tiba-tiba menjadi stressor dalam dirinya sendiri.

2. Pengaruh iklan dan film
Iklan dan media seperti film dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada pemirsa yang menonton. Karakter utama dalam iklan rokok atau film yang menampilkan aktor sedang merokok dapat memiliki pengaruh yang sama seperti fashion atau gadget trendi.

Studi menunjukkan bahwa ketika pemirsa muda melihat karakter utama merokok, mereka lebih cenderung melihat rokok sebagai sesuatu yang diterima secara sosial, gaya dan diinginkan. Inilah yang akhirnya membuat orang mulai mencoba-coba rokok dan ketagihan.

3. Obat untuk diri sendiri
Bagi beberapa orang, merokok pada dasarnya adalah sebuah cara untuk mengobati diri karena penyakit yang menyebabkan ketegangan dan rasa sakit. Pasien yang menderita beberapa bentuk penyakit mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan, mungkin memerlukan rokok untuk membantu mengurangi beberapa gejala.

4. Pengaruh genetik
Seperti halnya alergi dan kanker, mutasi halus dalam gen seseorang dapat menyebabkan perbedaan antara penyakit kesehatan. Penelitian genetik medis mulai menunjukkan bahwa kecanduan, termasuk kecanduan nikotin, memiliki pengaruh dari komponen genetik dalam tubuhnya.

5. Melihat orangtua yang merokok
Anak-anak yang orangtuanya perokok lebih mungkin juga menjadi seorang perokok aktif, dibandingkan dengan orangtua non perokok atau sudah berhenti merokok.

Menurut beberapa penelitian, pilihan orangtua untuk merokok akan membuat anaknya berisiko dua kali lipat untuk menjadi perokok aktif juga.

6. Tekanan dari teman sebaya
Alasan terbesar remaja mulai mencoba rokok adalah karena tekanan dari teman sebaya. Pada masa-masa pubertas atau remaja, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk dapat membuat remaja merasa nyaman sehingga tidak mudah terpengaruh oleh teman sebayanya.

7. Penghargaan sosial
Di kalangan remaja, banyak yang mulai merokok karena pengaruh lingkungan dan adanya penghargaan sosial. Artinya, orang yang merokok dianggap lebih gaul dan mudah diterima dalam suatu kelompok tertentu. Sebaliknya, non perokok justru dianggap cupu dan tak jarang justru dikucilkan. | sumber: detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply