Ini Alasan MA Angkat Hakim Kasus Ayin Jadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh

JAKARTA – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat Chaidir yang dicopot karena meminta duit ke Artalyta Suryani lewat telepon diangkat menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh. Menurut Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Chaidir telah kembali berkelakuan baik.

"Orang namanya manusia, pernah salah khilaf. Tuhan saja mengampuni orang bersalah dan kemudian minta ampun," kata Ketua MA Hatta Ali dalam jumpa pers di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis 27  Desember 2012.

"Orang ini sudah dikenakan tindakan, dicopot dari Ketua PN Jakbar, non palu di PT DKI Jakarta, sekarang dia sudah lama bersatus hakim tinggi. Dari hakim non palu di PT DKI Jakarta, jadi hakim tinggi di Pekanbaru, masuk lagi di PT DKI Jakarta," katanya.

MA mencopot Chaidir karena terbukti melanggar etika perilaku hakim karena menghubungi Ayin lewat telepon pada 1 Maret 2008. Kala itu, Chaidir mengatakan ia akan bermain golf dengan dua hakim agung. Chaidir pun meminta sejumlah uang kepada Ayin.

"Lagipula dia termasuk senior dan sudah waktunya jadi wakil. Maka jadilah dia Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh," kata Hatta Ali.

Selain itu, di mata MA, Chaidir punya nilai plus yaitu orang Aceh. Sehingga diharap mempunyai terobosan kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

"Kebetulan ini orangnya orang Aceh. Harapan kita, dia bisa menjalankan, membantu Ketua MA menjalankan kepemimpnan di sana, itu sudah kita pertimbangakan," ujar pemegang doktor dari Universitas Padjajajaran ini.

Saat itu, Chaidir telah terbukti melanggar etika perilaku hakim dan dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pembebasan atau pencopotan dari jabatannya sebagai Ketua PN Jakbar. Chaidir telah melanggar pasal 3 ayat 1 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri jonto pasal 5 ayat 18 Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 215/KMA/SK/XII/2007 tentang petunjuk pelaksaan perilaku hakim.

"Tidak mungkin orang dihukum terus. Dia bisa memperbaiki dirinya dan menurut pimpinan sudah baik, direhabilitasi sejak menjadi hakim tinggi di Pekanbaru," kata Hatta Ali yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga ini. | sumber: detik

  • Uncategorized

Leave a Reply