Ini Alasan Bos BI Ngotot Beri Utang ke IMF Rp 9 Triliun

JAKARTA – Lembaga moneter internasional (IMF) meminta bantuan US$ 1 miliar atau Rp 9 triliun ke Indonesia untuk membantu negara-negara anggotanya khususnya di Eropa yang sedang krisis. Apa alasan Bank Indonesia (BI) ingin membantu?

Gubernur BI Darmin Nasution menilai, tak ada salahnya Indonesia ikut membantu memberikan utang ke IMF sejumlah Rp 9 triliun tersebut. Menurut Darmin, tindakan tersebut bakal membuat Indonesia mempunyai pamor di mata dunia.

"Singapura saja memberi US$ 4 miliar, kalau Malaysia, Thailand, Filipina, masing-masing US$ 1 miliar. Indonesia yang merupakan anggota G20, Ketua juga di ASEAN akan janggal sekali kalau tidak ikut, kelihatan egois sekali. Pada pertemuan G20, dalam periode diambil, yang bicara itu BI, hal ini guna menjaga hubungan, tiba-tiba tidak ikut, maka sangat tidak elok," tutur Darmin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Memang Indonesia bakal membantu IMF dengan cara membeli surat utang US$ 1 miliar milik IMF. Pembelian surat utang ini menurut Darmin menguntungkan, karena bunganya tinggi. Dana yang digunakan BI, ujar Darmin, berasal dari cadangan devisa.

"Cadangan devisa ditaruh di surat berharga karena bunganya tinggi di negara manapun juga begitu. Tapi, di negara kita aneh, justru deposito lebih tinggi bunganya dari surat berharga. Jadi dengan pinjaman itu, kita tidak berkurang, ada returnnya, dan pamornya juga ada," ungkapnya.

Saat ini sejumlah negara anggota IMF telah berjanji untuk meningkatkan sumber dana IMF sebesar US$ 430 miliar, yang akan digunakan untuk membantu memperkuat stabilitas ekonomi dan keuangan global. | sumber: detik
 

  • Uncategorized

Leave a Reply