Ini 8 Harapan Gubernur Zaini untuk Mawardy-Illiza

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah memaparkan delapan harapannya kepada Mawardy Nurdin dan Iliza Saaduddin Djamal saat melantik pasangan ini sebagai Wali Kota – Wakil Wali Kota Banda Aceh periode 2012 -2017 pagi tadi, Rabu 4 Juli 2012, di gedung DPR Kota Banda Aceh.

Delapan harapan Zaini itu pertama, membina komunikasi dan kerjasama yang bagus dengan Pemerintah Provinsi sehingga bisa merancang serta menyinergikan pembangunan dengan baik.

Zaini mengatakan visi Pemerintah Aceh adalah membangun Aceh bermartabat, sejahtera berkeadilan dan mandiri berlandaskan Undang Undang Pemerintah Aceh sebagai wujud MoU Helsinki. Dalam kaitan dengan itu, Zaini Abdullah berharap Pemerintah Banda Aceh tidak melupakan untuk membangun tiga pilar utama yaitu kesejahteraan, demokrasi, dan keadilan.

Ketiga, Gubernur Zaini mengharapkan kepada Mawardy-Illiza untuk meningkatkan kreativitas guna mendapatkan peluang meningkatkan pembangunan yang pro-pertumbuhan, pro-lapangan kerja, pro-penurunan kemiskinan, dan pro-lingkungan.

"Keempat, sebagai pintu gerbang Aceh di tingkat dunia, maka pengembangan investasi perlu ditingkatkan. Sistem pelayanan terpadu satu pintu harus diefektifkan bagi pemberian berbagai perizinan dan melakukan penyusunan standar pelayanan publik yang berkualitas dan terjangkau," ujar Doto Zaini.

Kelima, dalam rangka mewujudkan Banda Aceh sebagai city of prosperity (kota kemakmuran), Gubernur Zaini berharap Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan reformasi birokrasi berkenaan dengan akuntabilitas kinerja pemerintahan, akunbilitas pengelolaan keuangan negara dan aset daerah, serta akuntabilitas kinerja ekonomi.

"Demikian pula dengan pengesahan APBK, setiap tahunnya haruslah tepat waktu sehingga pembangunan setiap tahunnya dapat dimulai lebih awal," ujar Zaini.

Keenam, Doto Zaini meminta Pemerintah Banda Aceh mengembangkan citra positif organisasi pemerintah sehingga masyarakat percaya dan mau berperan aktif membangun kota yang lebih maju dan mandiri.

"Perkokoh jalinan kerja yang solid dan sinergis dalam mewujudkan prinsip prinsip kepemerintahan yang baik, seperti keterbukaan, bebas dari praktik korupsi, akuntabel, dan tertib administrasi dalam segala hal," ujar Zaini.

Ketujuh, dalam rangka mewujudkan good and clean goverment, Doto Zani meminta peningkatan kapasitas aparatur terus ditingkatkan.

"Jangan sampai terjadinya adanya pengangkatan pejabat di lingkungan SKPK yang dilakukan atas dasar hubungan personal. Tapi angkatlah mereka yang memiliki kapabilitas dan kompetensi yang diperlukan sesuai peraturan perundangan yang berlaku."

Terakhir, Doto Zaini meminta masalah kependudukan di Banda Aceh menjadi perhatian serius, karena pembangunan yang kian pesat di kota ditambah letak geografis yang berhadapan dengan dunia internasional, maka daerah ini sangat rawan terhadap pergerakan keluar masuknya penduduk.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply