Ini 17 Tuntutan Mahasiswa Aceh Untuk Kesejahteraan Petani

Ini 17 Tuntutan Mahasiswa Aceh Untuk Kesejahteraan Petani

BANDA ACEH – Massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pertanian Indonesia menggelar aksi di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh, Banda Aceh, Rabu, 30 September 2015. Mereka menuntut agar pemerintah menyejahterakan petani dan menuntaskan segala permasalahan terkait pertanian.

Adapun perwakilan mahasiswa tersebut masing-masing berasal dari BEM Fakultas Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Abulyatama (Unaya), dan Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven).

Dalam aksinya, mereka juga mengajukan 17 tuntutan skala nasional. Berikut isi tuntutan tersebut:
1. Mewujudkan segera reforma agraria sesuai dengan UU No.5 Tahun 1960.
2. Naikkan harga pembelian pemerintahan terhadap bahan pokok pangan.
3. Stop impor bahan pangan dan pakan ternak untuk menstabilkan harga pangan Indonesia.
4. Bentuk badan otoritas pangan sebelum Oktober 2015 sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2012 tentang pangan.
5. Ubah fungsi perusahaan umum bulog.
6. Stop program food estate karena menjadi sarang mafia pangan.
7. Selesaikan RTRW daerah-daerah untuk memnyempurnakan UU No. 41 Tahun 2009 tentang perlindungan tanaman berkelanjutan.
8. Optimalisasi program pertanian organik secara menyeluruh di Indonesia serta menuntut pemanfaatan lahan tidur.
9. Ciptakan sistem tata niaga yang pro terhadap petani.
10. Keluarkan Indonesia dari segala jenis perdagangan bebas yang menindas petani, baik Asia maupun dunia.
11. Mewujudkan kedaulatan pangan.
12. Realisasikan bentuk UU perlindungan petani sesuai dengan UU No. 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.
13. Pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian untuk dididik menjadi entrepreneur.
14. Cabut izin usaha pengusaha yang melakukan penimbunan bahan pangan pokok.
15. Cabut izin usaha perusahaan yang melakukan pembakaran hutan.
16. Mengorganisir organisasi kemahasiswaan pertanian, mengoptimalkan aspirasi dan teknologi serta penelitian mahasiswa.
17. Pemerintah harus cepat tanggap untuk menanggulangi kekeringan.[] (bna)

Leave a Reply