Ini 11 Kasus Dugaan Korupsi yang Dilaporkan GeRAK ke KPK

BANDA ACEH – Koordinator lembaga Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani, telah melaporkan 11 kasus dugaan korupsi yang terjadi di Aceh sejak 2011 hingga 2012, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ada 11 kasus dugaan korupsi yang telah dilaporkan GeRAK ke KPK. KPK sendiri menyatakan siap untuk menindaklanjutinya,” ujar Askhalani, Rabu 14 November 2012.

Adapun 11 kasus dugaan korupsi yang dilaporkan ke KPK, kata Askhalani, seperti kasus dugaan tindak pidana korupsi atas kegiatan pelaksanaan dana kerja gubernur dan wakil gubernur, tahun anggaran 2009 dengan potensi kerugian negara Rp68 miliar. Kasus ini dilaporkan GeRAK Aceh bekerjasama dengan GeRAK Indonesia.

Kedua, kasus dugaan tindak pidana korupsi atas pertanggung jawaban dana wakil gubernur tahun anggaran APBA 2009 dengan kerugian negara Rp1,57 miliar. Kasus ini juga dilaporkan pada tahun 2011 bersama GeRAK Indonesia.

Ketiga, kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek bantuan rumah dhuafa kegiatan lanjutan proyek APBA Tahun Anggaran 2009 proyek luncuran APBA tahun 2008. Potensi kerugian negara akibat kasus ini sebesar Rp237.972.952.000.

Ke empat, kasus dugaan tindak pidana korupsi atas pekerjaan kegiatan lanjutan proyek APBA tahun Anggaran 2009. Dugaan kerugian negara akibat kasus ini sebesar Rp490.412.384.490.

Kelima, kasus dugaan tindak pidana korupsi atas kegiatan pelaksanaan pekerjaan penanganan darurat (non bencana alam-red ) pada Dinas Pengairan Aceh tahun anggaran APBA 2009-2010. Potensi kerugian negara sebesar Rp251.244.570.000.

Enam, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dermaga bongkar Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dalam Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) Provinsi Aceh  tahun 2006-2007-2008-2009. Potensi kerugian negara dalam kasus ini Rp 200.000.000.000.

Tujuh, kasus korupsi proyek pembebasan lahan untuk pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Sabang tahun 2007-2008. Potensi kerugian negara akibat kasus ini sebesar Rp112 miliar.

Delapan, kasus dugaan korupsi penjualan aset negara jenis besi jembatan dan alat berat Provinsi Aceh. Kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan Rp1,5 miliar.

Sembilan, kasus dugaan korupsi dalam pekerjaan pengadan alat Radio Diagnostik keperluan Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh di Provinsi Aceh. Kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp18 miliar.

Sepuluh, kasus dugaan tindak pidana korupsi fee proyek (makelar) untuk lobi proyek bagi Kabupaten Aceh Selatan di Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal. Kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp1,6 miliar.

Terakhir, kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana abadi pendidikan, dan dana cadangan Pemerintah Aceh tahun anggaran 2005-2011. Kasus ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1,8 triliun.

“Khusus untuk kasus terakhir, belum dilaporkan secara tertulis. Namun secara lisan sudah disampaikan. Saat ini kita sedang dalam perlengkapan alat bukti,” ujar Askhal.(bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply