Industri gerabah di Banda Aceh akan kembali dikembangkan

KECAMATAN Baiturrahman Banda Aceh berencana menghidupkan kembali industri gerabah di Desa Ateuk Jawo dan Ateuk Meujeng.

Hal ini disampaikan oleh Camat Baiturrahman, RIa Jelmanita, kepada ATJEHPOSTcom hari ini, Jumat, 3 Mei 2013.

Ria mengatakan, dua desa itu dulunya merupakan kawasan industri rumah tangga yang memproduksi gerabah. Namun geliat usaha tersebut kini tak terlihat lagi.

“Padahal kalau kita lihat secara sejarahnya, industri gerabah di dua desa ini sudah dikembangkan secara turun temurun, dari nenek monyang mereka dulunya,” katanya.

Dengan dihidupkan kembali industri ini, setidaknya kata Ria bisa membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi masyarakat untuk mengatasi angka pengangguran.

Ia juga menjelaskan, hilangnya industri rumah tangga gerabah di dua desa ini karena semakin sulitnya mencari bahan baku gerabah yang terbuat dari tanah. Namun para pengrajinnya masih banyak di sana.

“Kita akan coba koordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota untuk mengatasi kebutuhan bahan baku pembuatan gerabah, selain itu juga kita minta upaya di bidang pemasarannya,” ujarnya.

Bahan baku di desa ini katanya dulunya memanfaatkan tanah yang berada di sekitar sungai di desa itu. Namun kini bahan baku sudah tidak bisa didapat lagi di sana.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply