Indra Larang Timnas U-19 Ikuti Jejak Dua Pemain Profesional Ini

PELATIH Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, menolak lepas pemain-pemainnya ke Timnas U-23 maupun senior. Menurutnya, belum waktunya Evan Dimas dan kawan-kawan bermain di luar batas usia 19 tahun.

Sikap ini menanggapi ketertarikan pelatih Timnas U-23 terhadap sejumlah pemain Garuda Jaya. Sebelumnya, pelatih Timnas U-23, Aji Santoso, melihat ada beberapa pemain U-19 yang layak memperkuat timnya pada Asian Games 2014 di Korea Selatan.

Namun, mantan pemain Persebaya Surabaya itu enggan memanggil pemain-pemain tersebut. Aji khawatir niatnya justru akan mengganggu persiapan Garuda Jaya yang akan menghadapi Piala Asia U-19, Oktober nanti.

"Itu tidak akan terjadi, membiarkan pemain Timnas U-19 bermain di level U-23 atau senior. Jangan paksa mereka bermain di level usia yang lebih tinggi, karena usia mereka masih muda,” jelas Indra saat dihubungi, Kamis 13 Maret 2014.  

"Saya tidak ingin tim saya diganggu, carilah resource pemain dari yang lain, kan masih banyak yang dari kompetisi. Saya juga sudah punya kesepakatan dengan BTN (Badan Tim Nasional) tentang ini (melarang pemain Timnas U-19 bermain di level usia lebih tinggi),” beber mantan pelatih PSP Padang tersebut.

Menurut Indra, para pemainnya saat ini masih di level remaja. Dengan demikian, terlalu dini bagi Evan Dimas cs untuk tampil di level U-23 maupun senior. Indra juga menganalogikan pemainnya sebagai buah yang harusnya matang di pohon.

"Biarkan mereka matang di pohonnya, jangan terlalu cepat dipetik. Buah yang terlalu cepat dipetik tetap manis, tapi manisnya akan beda dengan yang matangnya di pohon,” ujar pelatih 51 tahun itu.

Sikap yang sama juga pernah ditunjukkan Indra saat Timnas U-23 yang tampil di SEA Games 2014 membutuhkan bantuan pemain-pemain U-19. Sebelum tampil di Myanmar, pelatih kepala Rahmad Darmawan sempat berniat untuk menyeleksi tiga pemain U-19, yakni Evan Dimas, Hansamu Yama, dan Iham Udin Armain.

Rencana ini akhirnya batal. Rahmad tidak mendapat restu dari Indra. Menurutnya, para pemain U-19 belum waktunya tampil di level yang lebih senior.

Indonesia akhirnya gagal merebut emas. Garuda Muda hanya pulang dengan medali perak setelah di babak final dipaksa menyerah 0-1 oleh timnas Thailand.

Dari Boaz Sampai Messi

Kehadiran pemain-pemain muda di level senior sebenarnya bukan hal yang langka. Sejumlah pemain yang berusia di bawah 19 tahun sempat merasakan bermain di level U-23 dan senior. Contoh terdekat adalah bagaimana Boaz Solossa bermain bersama Timnas senior sejak usia 18 tahun.

Di luar negeri, seorang Lionel Messi memulai debutnya dengan Timnas senior Argentina di usia 18 tahun. Demikian juga Wayne Rooney yang menjalani laga perdananya bersama Timnas Inggris senior pada usia 17 tahun. Bukan itu saja, dalam skuad Thailand yang menjuarai SEA Games 2013 lalu, terdapat seorang pemain bertahan berusia 19 tahun bernama Narubodin Weerawatnodom.

Meski demikian, Indra tidak ingin membandingkan timnya dengan yang lain. Indra juga tak banyak berkomentar ketika membahas Boaz, yang kini merupakan kapten Timnas senior dan langganan top scorer Indonesian Super League.

Indra juga menolak anggapan bahwa Timnas U-19 diperlakukan secara ekslusif. "Ini Indonesia, bukan Inggris. Biarkan juga Thailand memakai cara mereka. Ini bukan karena kami ekslusif, bahkan kami masih tradisional. Saya mengapresiasi ketertarikan coach Aji terhadap pemain Timnas U-19, tapi kami punya jadwal padat. Lebih baik Timnas U-23 mengambil pemain dari  sumber lain.”

"Saya menghormati seluruh pelatih di level usia mana pun, coach Alfred Riedl, coach Aji Santoso, coach Fachri Husaini. Tapi, saya ingin biarkanlah pemain- pemain Timnas U-19 berkonsentrasi dulu ke Piala Asia demi tampil di Piala Dunia.”

Sementara itu, Sekretaris BTN, Sefdin Syaifuddin, menerangkan, segala keputusan soal melepas pemain Timnas U-19 ke level yang lebih tinggi sepenuhnya berada di tangan Indra Sjafri. Dia juga menyatakan, jadwal Garuda Jaya cukup padat selama pemusatan latihan Piala Asia 2014, sehingga menurut Sefdin wajar jika Indra ingin pemain asuhannya berkonsentrasi penuh.

"Ya, kalau ada anggapan ekslusif tidak masalah, Timnas U-19 harus menjalani jadwal padat, Tur Nusantara, Tur Timur Tengah, turnamen di Eropa, dan persiapan penuh pada bulan September, sebelum tampil di Piala Asia. BTN tidak dalam posisi mengatur pemain ini akan bermain di timnas level apa. Sepenuhnya keputusan pelatih, antarpelatih di level usia kan bisa berkomunikasi tentang ini,” tuturnya.[] sumber: viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply