Indonesia Terus Upayakan Keanggotaan Timor Leste di ASEAN

JAKARTA – Meskipun masih ditentang oleh salah satu negara anggota, Indonesia menyatakan tetap mendukung Timor Leste untuk menjadi anggota ASEAN ke-11.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa mengatakan bahwa sudah menjadi komitmen pemerintah Indonesia selama ini untuk mendukung Timor Leste, dan Indonesia akan bekerja keras membangun visi Timor Leste sebagai anggota ASEAN.

“Kami sangat apresiasi mendengar bahwasanya dalam pemerintahan baru Timor Leste ini telah ditunjuk seorang secretary of state for ASEAN affairs (menteri luar negeri untuk urusan ASEAN), Bapak Roberto Soares,” tutur Natalegawa dalam keterangan pers bersama Menlu Timor Leste, Jose Luis Gutteres, di Jakarta, Selasa 11 September 2012 siang.

Menlu Natalegawa menjelaskan, rencana keanggotaan Timor Leste di ASEAN dibahas panjang lebar dan saat ini sebuah pertemuan sedang digelar di ibukota Kamboja, Phnom Penh, tepatnya dalam “Working Group Asean Community Council”. Pertemuan tersebut ikut membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan keanggotaan Timor Leste.

“Kita dukung dan kita harapkan pertemuan di tingkat teknis ini segera dituntaskan agar rekomendasi bisa dilanjutkan kepada para kepala negara ASEAN secepat  mungkin,” ujar Menlu Natalegawa.

Menlu RI menyampaikan pula, dalam pembahasan sepanjang pertemuan bilateral, salah satu yang perlu ditanggapi adalah adanya anggapan bahwa seolah-olah keanggotaan Timor Leste di ASEAN saat ini bisa menganggu pencapai Komunitas ASEAN 2015.

“Nah itu kenyataannya demikian, ada pandangan semacam itu. Timor Leste harus bisa berikan jawaban bahwa keanggotannya di ASEAN sebelum tahun 2015 misalnya, tidak akan mengganggu dicapainya Komunitas ASEAN 2015,” ujar Menlu Nalategawa.

Salah satu negara anggota yang bersikukuh menunda keanggotaan Timor Leste di ASEAN adalah Singapura. Alasannya, negeri makmur yang dipimpin PM Lee Hsien Loong itu mengkhawatirkan dampak beban ekonomi yang harus disandang ASEAN, apabila Timor Leste tidak mampu menyamakan visi ekonominya pada 2015.

“Dampaknya beban di bidang ekonomi, sebab negara-negara  di ASEAN kan sudah sejak 2003 bisa mempersiapkan komunitas ASEAN thn 2015. Jadi, hampir 10 tahun lebih mempersiapkan diri. Ada pandangan, bahwa keanggotaan Timor Leste di ASEAN saat ini akan membawa dampak dicapainya komunitas ASEAN 2015 itu,” kata Marty.

Tapi, kata dia, Indonesia sendiri tidak berpandangan demikian. Menurut Menlu, sekarang tinggal Timor Leste yang harus memberikan jawaban atas adanya kekahwatiran tersebut; apakah benar atau tidak benar.

Negeri bekas wilayah Indonesia itu diharapkan mampu membentuk suatu modalitas. Alternatif lainnya adalah pemberlakuan keanggotaan terbatas, dimana Timor Leste menjadi anggota ASEAN, tapi keanggotannya diberlakukan secara terpisah.

“Jadi bertahap dan itu dimungkinkan karena untuk negara Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam pun ada pengaturan di bidang-bidang tertentu yang diperlakukan khusus karena mempertimbangkan tingkat pembangunan ekonomi mereka,” kata Marty.

Sementara itu, Menlu Jose Luis Gutteres sangat menghargai upaya Indonesia dan berharap bisa melakukan kerjasama bilateral dengan baik dan semakin kuat dari waktu ke waktu.

“Saya membawa pesan komitmen dari Perdana menteri Xanana Gusmao dan Presiden Taur Matan Ruak, agar kerjasama kedua negara dapat ditingkatkan semakin erat," kata dia.

Kata Gutteres, Presiden Xanana juga berharap, kerjasama Indonesia dan Timor Leste tidak sebatas antarpemerintah, tetapi juga antarmasyarakat.

"Dalam dunia global saat ini, kami kira penting agar rakyat kedua negara tetap saling berbagi kebudayaan. Saya kira media massa Indonesia dan Timor Leste akan sangat berperan dalam hal ini,” ujar Menlu Gutteres," ujarnya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply