In Paradise: Love, Film Kontrovesi Tentang Wisata Seks

Film tentang wisata seks perempuan kaya Eropa bertajuk In Paradise: Love diputar premier Jumat (18/5) dan menjadi salah satu dari 22 film yang bersaing untuk Palme d'Or.

Film ini dibintangi Margarethe Tiesel, perempuan berusia 50 tahun asal Austria yang mencari cinta. Film ini mendapat sambutan beragam dari para kritikus di Cannes.

Namun sebagian memuji keberanian para aktor, yang kadang harus telanjang secara fisik dan emosional, ketika mereka berakting sebagai karakter yang melakukan negosiasi seksual.

"Itu tidak mudah, itu benar," ujar Tiesel.

"Ini adalah tantangan untuk melampaui diri sendiri, untuk melampaui zona kenyamanan Anda. Tapi di awal Ulrich sudah mengatakan hal itu kepada saya."

Seidl mengatakan perempuan kaya Barat banyak yang mencari sekedar hubungan asmara selama liburan, itu adalah kunci pariwisata seks lelaki di negara berkembang.

"Perempuan kaya dari Barat mengeksploitasi lelaki Afrika muda. Tapi itu adalah bisnis, dan mereka (para lelaki) mendapatkan sesuatu untuk itu.

"Sebagai pembuat film tujuan saya adalah untuk menggambarkan hal itu sejujur ​​mungkin," katanya. "Untuk menghadapi sistem sosial, untuk menunjukkan mereka sebagai realistis. Penilaian negatif, positif, pesimis, atau apa pun itu bukan tujuan saya membuat film ini."

Film ini bercerita tentang Margarethe Tiesel yang memerankan janda Teresa, yang berkunjung ke Kenya atas saran seorang teman yang menyatakan dirinya bisa menikmati wisata seks.

Lalu dia bertemu Munga (Petrus Kazungu) dan hubungan mereka berkembang bukan hanya sebatas seks. Dan Teresa percaya dia tidak menginginkan uangnya.

Namun segera Munga mulai meminta dana, mengklaim ia membutuhkan uang tunai untuk bayi adiknya, tagihan medis ayahnya atau sekolah sepupunya, tetapi tidak pernah untuk dirinya sendiri.|sumber: beritasatu

  • Uncategorized

Leave a Reply