Imam Besar Arab: Serangan terhadap Kedutaan Asing Tak Islami

RIYADH – Imam Besar Arab Saudi, lembaga agama tertinggi di tempat kelahiran Islam, Sabtu, 15 September 2012, menyebut serangan terhadap diplomat dan kedutaan besar asing sebagai tindakan tidak Islami. Ini menanggapi reaksi protes maut terhadap film buatan AS yang mencemooh Nabi Muhammad SAW.

Sheikh Abdulaziz bin Abdullah Al ash-Sheikh juga menyerukan agar semua pemerintah dan lembaga internasional mengkriminalisasi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan mengecam film tersebut, yang telah menyulut gelombang kemarahan di seluruh dunia Muslim.

"Dilarang untuk menghukum orang yang tak bersalah atas kejahatan keji orang lain yang bersalah, atau menyerang mereka yang telah diberi jaminan keselamatan nyawa dan harta, atau membakar atau merusak bangunan umum," kata Al ash-Sheikh di dalam ceramah yang dilaporkan oleh kantor berita resmi Arab Saudi, SPA.

Saat menggambarkan peluncuran film keji itu sebagai tidak menyenangkan dan tindak kejahatan, ia menambahkan serangan terhadap orang yang tak bersalah dan diplomat "juga adalah penyimpangan dari agama Islam …", demikian laporan Reuters.

Tak kurang dari sembilan orang tewas setelah sholat Jumat dalam demonstrasi di seluruh Timur Tengah. Washington mengirim tentara tambahan guna menjaga kedutaan besarnya setelah duta besar AS dan tiga staf berkebangsaan Amerika tewas di Libya, Selasa (11/9).

Kerusuhan menyebar ke Mesir, Lebanon, Tunisia, Sudan, Yaman dan tempat lain. Namun belum ada laporan mengenai demonstrasi anti-Amerika di Arab Saudi, negara yang memiliki pengaruh kuat atas 1,6 miliar Muslim serta menjadi sekutu penting AS di dunia Arab.

Pernyataan Al ash-Sheikh mengumandangkan sikap resmi Arab Saudi, yang pada Kamis mengutuk film tersebut dan serangan terhadap kedutaan besar AS.

Sabtu pagi, sayap regional Al Qaida yang berpusat di Yaman menyerukan semua umat Muslim untuk membunuh diplomat AS di negara Islam dan meningkatkan protes terhadap film itu.

Sebagian tokoh senior kelompok tersebut — Al Qaida di Jazirah Arab — adalah warganegara Arab Saudi, tapi juga musuh bebuyutan bagi keluarga Kerajaan Arab Saudi. | sumber: kompas

  • Uncategorized

Leave a Reply