Ilyas Pasee Bilang Deposito Itu Tidak Normal

BANDA ACEH- Sidang lanjutan perkara korupsi bobolnya kas daerah Aceh Utara senilai Rp220 miliar kembali digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa 6 Maret 2012. Sidang terbuka untuk umum dipimpin Majelis Hakim Arsyad Sundusin, M Taswir, dan Abu Hanifah.

Dalam persidangan kali ini majelis hakim meminta kepada kedua terdakwa untuk menceritakan kronologi penempatan serta pencairan dana deposit anggaran Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Dimulai dari Ilyas Pase, Bupati Aceh Utara nonaktif, yang mengatakan bahwa penempatan dana tersebut tidak dilakukan di BPD sebagai bank daerah. Karena, kata Ilyas, Bank BPD tersebut bermasalah. "Lantaran ada beberapa yang diajukan tidak pernah ditanggapi oleh pihak bank, sehingga dibekukan dan ditarik serta dipindahkan ke Bank Mandiri Lhoksumawe," ujar Ilyas.

Lalu, kata Ilyas, Yunus Kiran selaku asistensi bupati mengusulkan kepadanya agar deposito tersebut dipindahkan ke Bank Mandir Jelambar Jakarta karena bunganya besar, yakni 10,5 persen.

"Sementara hubungan koordinasi saya dengan wakil (bupati) sudah lama terputus. Wakil (bupati) lebih berhubungan dengan bendahara. Saya tidak pernah turun bertindak bersama wakil," kata Ilyas. Setelah itu, kata Ilyas, ia mendapat laporan dari Bendahara Umum Daerah bahwa deposito tersebut dilakukan di Bank Mandiri Jelambar.

"Lalu Azhari dan Yunus saya panggil, mereka bilang itu tidak masalah. Cek tersebut tidak pernah diperlihatkan dan saya tidak minta itu karena tidak akan jadi masalah. Awalnya dilaporkan kas Rp220 miliar tidak masuk, dicoba kroscek ke Jakarta, lalu Azhari melaporkan lagi uangnya sudah masuk," ujar Ilyas.

Menurut Ilyas deposito yang dilakukan tersebut tidak pernah ia dengar dan tidak pernah diperlihatkan kepadanya.

"Bagusnya dikembalikan dulu agar depositonya normal. Yunus Kiran mengatakan kita tidak bisa cabut lagi, karena sudah dideposito di Bank Mandiri Jalembar. Dalam hal ini deposito tersebut tidak normal, karena wakil bupati yang bawa ke Jakarta," kata Ilyas.

Usai keterangan Ilyas Pasee, Majelis Hakim meminta terdakwa dua Syarifuddin, mantan wakil Ilyas, untuk menceritakan kronologi deposito tersebut versinya. []

  • Uncategorized

Leave a Reply