ILO: Begini, Kalau Indonesia Mau Keluar dari Kemiskinan

JAKARTA – International Labour Office (ILO) meluncurkan empat profil pekerjaan yang layak untuk Indonesia. Profil ini dipercaya dapat mengkontribusi dalam upaya mewujudkan keadilan sosial untuk para tenaga kerja.

Berikut daftar empat pilar yang telah ILO rumuskan sebagai cara Indonesia dapat keluar dari zona kemiskinan:

1. Menciptakan lapangan pekerjaan, mencakup menciptakan peluang investasi, kewirausahaan, pengembangan ketrampilan, dan sebagainya.

2. Menjamin hak-hak di tempat kerja, seperti memperoleh pengakuan dan penghormatan atas hak-hak semua pekerja seperti jaminan sosial dan kesehatan.

3. Memperluas perlindungan sosial, dengan mempromosikan kondisi kerja yang aman, perlindungan penghasilan dan akses ke layanan kesehatan, serta

4. Mempromosikan dialog sosial, dengan cara memiliki organisasi pekerja dan pengusaha yang kuat, menghindari perselisihan di tempat kerja serta dengan membangun masyarakat yang kohesif.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Peter Van Rooij mengungkapkan, selama tiga tahun belakangan lembaganya bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, Apindo, Badan Pusat Statistik (BPS), Bappenas, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dalam mengkaji dan menciptakan indikator-indikator cara kerja yang layak untuk Indonesia.

"Proyek ini bertujuan untuk merealisasikan pekerjaan yang layak, sebagai kontribusi terhadap upaya mewujudkan keadilan sosial untuk para tenaga kerja," ungkap Peter, dalam acara Decent Work of Indonesia, di Jakarta, Rabu 23 Mei 2012.

Melalui Proyek ini, ILO telah melakukan beberapa kegiatan diantaranya kursus pelatihan untuk konstituen mengenai analisa pasar kerja di Italia pada tahun 2010 dan beberapa lokakarya di Jakarta dan Thailand.

Kepala Badan Litbang dan Informasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertans) Djuharsa M. Djajadiharja menerangkan, dengan proyek ini beberapa poin menunjukan ada kemajuan, walaupun ada hal yang masih kurang. Ia mencontohkan dalam hal kesempatan kerja, dan anak yang bekerja terpaksa.

Dia menuturkan profil ini akan menjadi tolak ukur pemerintah guna memperbaiki sistem tenaga kerja di Indonesia, agar bisa lebih mensejahterakan karyawan atau buruh.

"Upaya-upaya itu adalah positif bagi pemerintah, tidak hanya Kemenakertrans tapi pemerintah secara umum. Agar nantinya merespons dan menindaklanjuti dari hasil kajian ini untuk perbaikan," katanya. | sumber:detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply