Iklil Ilyas Leube: Petani Gayo Butuh Balai Benih Kopi

Takengon – Luasnya lahan perkebunan kopi di Takengon hingga saat ini belum dapat dikelola secara maksimal. Salah satu penyebabnya karena  tidak ada Pusat Balai Benih Kopi. Padahal itu perlu dan mendesak demi meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Pendapat itu disampaikan Iklil Ilyas Leube, Calon Bupati Aceh Tengah dari Partai Aceh (PA), pada acara “Dialog dan Silaturahmi Calon Bupati Aceh Tengah” di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, semalam (23/03/2012).

Pada kesempatan itu, Iklik mengambarkan kondisi yang berbeda di Jember, Jawa Timur. Daerah tersebut memiliki luas lahan perkebunan kopi hanya 45 hektar. namun tanaman kopi disana telah mampu mensejahterakan para petaninya. “Hal ini terjadi karena di Jember, pemerintah setempat telah membuat sebuah pusat Balai Benih Kopi,” ungkapnya.Iklil menambahkan, jika dibanding dengan Takengon, tentu luas lahan disana tidaklah seberapa. Lalu m

engapa kopi di Takengon yang terkenal rasanya di berbagai belahan dunia ini justru masih belum dapat dimaksimalkan, khususnya bagi para petani.

Karena itu, sudah selayaknya, bila masa mendatang Takengon memiliki Balai benih Kopi. Untuk siapa, tentu untuk masyarakat. “Dengan adanya Balai Benih Kopi, maka akan banyak penelitian yang yang dilakukan untuk pengembangan tanaman kopi, sehingga hasil yang didapat pun akan lebih optimal,” jelasnya.

Acara Dialog dan Silaturahmi kandidat hanya dihadiri 2 kandidat saja, yakni Iklil Ilyas Leube dan Tengku Mursyid, padahal di Aceh Tengah ada 11 pasangan kandidat, termasuk Incumbent Nassaruddin. Namun kandidat Bazaruddin hadir belakangan namun tidak tampil karena tidak mekonfirmasi kehadiran.

"Mungkin kandidat tidak siap. Padahal masyarakat membutuhkan penjelasan mereka seputar pencalonan menjadi bupati di Aceh Tengah," kata ketua panitia Irwan saat dihubungi The Atjeh Post, sabtu malam 23 Maret 2012. | The Atjeh Post dan Lintas Gayo.

 

  • Uncategorized

Leave a Reply