HMI Komisariat FKIP: Ini Harus Dibenahi

HIMPUNAN Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah mengecam keras sikap arogan dan aksi premanisme oknum pejabat di birokat Aceh.

"Kami sangat menyesalkan saat ini masih ada benih-benih premanisme dan sikap arogan yang dilakukan oknum pejabat di pemerintahan Aceh terhadap masyarakat," ujar Ketua Komisariat HMI FKIP Unsyiah, Andi Kurniawan kepada ATJEHPOST.co via telepon seluler, Banda Aceh, Sabtu, 11 Oktober 2014.

Pernyataan tersebut disampaikannya menyikapi aksi pemukulan mahasiswa yang dilakukan Kepala Biro Umum Pemerintah Aceh, Mustafa, beberapa waktu lalu. Meskipun kasus ini telah dilimpahkan ke pengadilan, namun Mustafa mendapat hukuman ringan dan kembali bertugas sebagai Kepala Biro Umum di Pemerintahan Aceh. Ia juga menyikapi kasus pengusiran wartawan saat peliputan Open House di Meuligoe Gubernur Aceh yang dilakukan petugas keamanan setempat di bawah struktural Biro Umum Pemerintah Aceh.

Ia mengatakan dengan masih adanya benih-benih premanisme dalam lingkungan birokat Aceh akan semakin menurunkan elektabilitas birokrasi Pemerintahan Aceh. Hal tersebut mengakibatkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin berkurang.

Menurutnya jika ini dibiarkan kemungkinan besar akan memicu konflik sosial antara masyarakat dengan pemerintah yang mampu menghambat proses pembangunan di Aceh.

“Ini semestinya yang harus dibenahi dalam lingkungan pemerintah dulu sebelum menerapkan kebijakan terhadap masyarakat, sehingga nantinya tidak menimbulkan rasa dendam dan imej negatif antara pemerintah dengan rakyat,” ujarnya.

“Bila hal ini tidak digubris sama sekali maka akan menyisakan cemooh dan rasa solidaritas dari masyarakat terhadap pemerintah kian berkurang. Untuk itu, kami mendesak kepada Pemerintah Aceh agar benar-benar selektif dan objektif dalam memilih sosok calon yang mampu menjalankan amanah rakyat dengan baik,” katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply