Hm… Yumminya Olahan Tongkol Panggang Cabai Hijau

IKAN panggang, menyebut namanya saja sudah membuat air liur keluar. Apalagi membayangkan menyantapnya dengan cocolan sambal dengan nasi putih hangat. Hmm…aroma dan rasanya dijamin akan menggugah selera makan.

Hanya saja, untuk membuat ikan bakar ini memang agak repot dan ribet, karena harus menyiapkan tungku khusus untuk membakar ikan. Belum lagi asap yang kadang membuat pakaian jadi bau asap dan mata  perih.

Tapi, anda tak perlu khawatir, sebab sekarang banyak penjual ikan bakar yang sudah siap saji, hanya tinggal mengeluarkan lembar-lembar rupiah saja, ikan bakar pun berpindah tangan.

Salah satu tempat yang biasa menjual ikan panggang adalah di kawasan Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Lokasinya sekitar 10 kilometer dari Pasar Sehat, Kajhu.

Bila kita berjalan dari Banda Aceh, di kawasan tersebut, tepat di sisi sebelah kanan jalan terdapat sebuah lembari kaca berkuran sedang. Di dalamnya berjajar ikan-ikan jenis tuna dan tongkol yang sudah dipanggang. Aromanya…hm…langsung mengusik seleran makan dan ingin segera menyantapnya saat itu juga.

Penjualnya adalah pak Basri, kepada The Atjeh Post ia mengatakan sudah berjualan di sana sejak tahun 1991 silam. Dari berbagai jenis ikan, kata pak Basri ia memang hanya menjual tuna dan tongkol saja.

Alasannya, tuna dan tongkol lebih banyak diminati oleh para pembeli. Khusus untuk tuna, kata Basri rasanya lebih lembut dan nikmat.  Sehingga harga jual tuna lebih tinggi dari tongkol.

Setiap harinya, ikan yang terjual cukup fantastis. Di hari-hari libur seperti Sabtu dan Minggu, setidaknya bisa menghabiskan hingga 50 ekor ikan. “Kalau hari biasa sekitar 30 ekor saja,” ujar Basri, Senin, 18 Juni 2012.

Untuk harga-harga ikan tersebut, kata Basri tinggal disesuaikan dengan jenis dan ukura saja. Rata-rata ia menjual antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu. Sedangkan untuk mendapatkan ikan-ikan itu Basri setiap harinya pergi ke TPI Lampulo Banda Aceh.

Harga ikan yang dibelinya juga dipengaruhi factor cuaca. Bila cuaca stabil, menurut Basri, untuk satu keranjang ia hanya perlu mengeluarkan Rp 400 ribu rupiah. Sedangkan bila cuaca sedang buruk dan stok ikan di Lampulo terbatas maka ia harus membayar hingga dua kali lipatnya.

Pelanggan-pelanggannya pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat biasa, pedagang hingga Pegawai Negeri Sipil. “Selain praktis saya juga menjual dengan harga yang minim,” kata Basri lagi.

Rahasia kelezatan ikan bakar Basri terletak pada prosesnya yang alami. Untuk memanggang ikan, Basri menggunakan tempurung kelapa dan arang. Sedangkan untuk mendapatkan daging ikan yang lebih gurih, selain memberi garam dan air jeruk nipis, ia juga melumuri ikan dengan bumbu lainnya.

“Setelah ikan dibiarkan selama satu jam baru dibakar,” ujar Basri membeberkan rahasia kelezatan ikan bakarnya.

Ikan panggang ini juga tahan lama dan bisa disimpan sampai beberapa hari. Selain dimakan begitu saja, ikan panggang juga bisa diolah menjadi masakan lainnya seperti disantan atau ditumis.

Sebagai bocoran The Atjeh Post berbagi kelezatan resep Tongkol Panggang Tauco Cabai Hijau bagi anda semua, cobain yuk.

 

Bahan:

1 ekor ikan tongkol panggang, disuwir-suwir, minyak goreng secukupnya, garam dan gula secukupnya, tauco 3 sendok makan.

Bumbu rajang :

1/4 kg  cabai hijau, 1 buah tomat besar, 3 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, 1 ruas jahe.

Bumbu halus :

3 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 1 buah tomat kecil,

Pelengkap :

2 lembar daun salam, 1 batang serai dikeprek,

 

Cara buat:

Panaskan minyak dalam wajan, kemudian masukkan tauco, aduk sebentar setelah harum masukkan bumbu halus. Aduk lagi hingga aromanya mencuat, setelah itu masukkan bumbu rajang dan beri sedikit garam dan gula, setelah agak layu masukkan ikan panggang yang sudah disuwir tadi. Beri tambahan sedikit air agar tidak terlalu kering. Jangan lupa masukkan daun salam dan serai agar aromanya semakin kuat. Selamat mencoba.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply