Home Histori Mapesa Meuseuraya di Kompleks Makam Teungku Di Geudong

Mapesa Meuseuraya di Kompleks Makam Teungku Di Geudong

152
0

 BANDA ACEH – Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) mengadakan meuseuraya atau gotong-royong membersihkan dan menata  situs bersejarah Aceh, di Dusun Lampoeh Raya, Gampong Siron,Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Minggu , 30 Agustus 2015.

“Ini merupakan meuseuraya pekan ke empat pascalebaran. Kali ini, Mapesa beserta masyarakat meuseuraya di kompleks makam Teungku Di Geudong (Jrat Manyang),” ujar Mizuar Mahdi, Sekretaris Jenderal Mapesa melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Senin, 31 Agustus 2015.

 Berdasarkan hasil pengamatan Mapesa dari tahap ekspedisi sampai dilaksanakan meuseuraya, di kompleks ini terdapat beberapa makam bertipologi nisan Aceh Darussalam dari periode Abad ke-16 Masehi sampai 19 Masehi, baik dari seni penulisan kaligrafi dan corak ornamen yang terdapat pada nisan.

 “Namun yang sangat memprihatinkan, kondisi makam yang sebagian inskripsinya sudah hancur, patah, bahkan ada sebagian nisan yang tidak lengkap lagi pasangannya. Di komplek ini terdapat 18 makam,” kata Ayi, koordinator kegiatan meuseuraya.

Keluarga pemilik tanah komplek makam itu mengungkapkan bahwa masyarakat menyebut lokasi ini kompleks makam Jeurat Manyang, kompleks Abdurrahman dan kompleks Teungku Di Geudong. Warga bahkan menyebutkan silsilah keluarga mereka merupakan keturunan dari Teungku Di Gudong.

Keluarga pemilik tanah tempat kompleks makam berada mengapresiasi kegiatan meuseuraya Mapesa . Mereka berharap agar Mapesa bisa secepatnya melakukan penilitian dan kajian secara epigrafi dan arkeologi agar bisa mengungkapkan nama–nama tokoh yang terdapat di kompleks makam ini. Hal itu disampaikan Muhammad Yusuf, salah satu dari keluarga pemilik tanah komplek makam itu, yang  saat ini menjabat Kepala Mahkamah Syar’iyah Takengon.[]

Foto meuseuraya Mapesa di kompleks makam bersejarah di Gampong Siron.@Mapesa