Home Histori Duta Nisan: Bukti Peradaban Lebih Penting dari Kongres Bahasa

Duta Nisan: Bukti Peradaban Lebih Penting dari Kongres Bahasa

41
0

BANDA ACEH – Duta Nisan Aceh, Mizuar Mahdi, mempertanyakan rencana Kongres Peradaban Aceh yang bertema Penguatan Bahasa Lokal di Aceh. Kegiatan ini dicetuskan oleh forum diaspora Aceh Jakarta dan dikabarkan akan dilaksanakan di Aceh pada Oktober 2015.

“Bahasa memang salah satu hal yang penting dari unsur peradaban sebuah suku bangsa. Namun apa mendesak seharusnya menjadi perhatian serius bagi tokoh yang menggagas kongres peradaban. Penyelamatan bukti peradaban seperti nisan Aceh adalah hal paling mendesak untuk dilakukan,” kata Mizuar Mahdi kepada portalsatu.com di Banda Aceh, Sabtu, 4 Juli 2015.

Pemuda yang telah bertahun-tahun mengampanyekan penyelamatan benda sejarah ini, mengatakan, nisan Aceh merupakan salah satu artefak Aceh yang sangat penting. Menurutnya, nisan tersebut telah menjadi bahan kajian para ilmuan dari dalam dan luar negeri dalam meniliti sejarah Islam di Asia Tenggara.

“Nisan-nisan tersebut tersebar di seluruh Aceh. Kondisinya tak terurus dan terbengkalai. Terbiarkan dalam tambak-tambak seperti di Gampong Pande dan di Lampulo, bahkan ada yang dijadikan sebagai batu asah parang oleh masyarakat. Kalimat-kalimat tauhid, la ilaha illallah muhammadur-rasullullah dan ayat-ayat Alquran terpahat indah dan rapi di semua nisan-nisan itu. Pantaskah kita hanya melihat dan membiarkan begitu saja itu terbengkalai?” ujar Mizuar.

Mizuar mengatakan nisan-nisan yang tersebar di seluruh Aceh merupakan sumber otentik bagi sejarah Aceh. Menurutnya, nisan tersebut akan terancam musnah dan hanya tinggal dalam catatan, buku dan jurnal ilmiah.

“Kalau peradaban Aceh ingin tetap terjaga, seharusnya inilah yang pertama kali dipikirkan untuk diselamatkan dan dilestarikan. Hal yang sangat naif bagi kita mendengungkan peradaban Aceh dulunya hebat, jika makam-makam tokoh pembangun peradaban Aceh itu sendiri kita biarkan terbengkalai,” kata Mizuar dalam siaran persnya.[]