Home Histori Dodaidi; Syair Aceh yang Kini Tinggal Kenangan

Dodaidi; Syair Aceh yang Kini Tinggal Kenangan

344
0

Allah hai dododaidi

 Boh gadoeng bie boh kayee uteun

 Raye’k sinyak hana peu ma brie

 aeb ngen keji ureung donya kheun

 Allah hai dododaidang

 Seulayang blang ka putoeh taloe

 Beurijang raye’k muda seudang

Tajak bantu prang ta bela Nanggroe

 Begitu penggalan syair Dodaidi yang sering dinyanyikan orang tua di Aceh tempo dulu saat menina-bobo-kan anaknya.

Dodaidi merupakan seni tutur untuk yang bahasa Aceh disebut perateb aneuk atau pengantar tidur. Syair ini biasa dinyanyikan orang tua di Aceh untuk anaknya. Dodaidi selain untuk menidurkan anak, ada pesan moral lain yang terkandung di dalamnya.

Dalam kultur adat Aceh, anak dalam dalam rumah tangga dianggap sebagai sunnatullah.

Di Aceh, peurateb aneuk (dodaidi) merupakan sebuah kebiasaan rumah tangga orang Aceh di gampong-gampong.

Seorang ibu sambil mengayun-ayunkan ayunan bayi terbiasa bersenandung dengan syair-syair yang penuh pesan moral.

Dalam contoh lain Dodaidi juga mengandung nasehat perjuangan, juga terdapat nasehat agar sang buah hati dapat berperilaku baik dan mampu mengamalkan nilai-nilai kesantunan, tenggang-rasa, dan kepekaan sosial.

Pesan –pesan di dalam syair semacam itu memberi makna betapa besar rasa kasih sayang, tanggungjawab dan harapan orang tua dalam mengasuh anaknya, mengantarkan mereka sampai ke jenjang kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan anak nantinya betul – betul menjadi pelindung dan membantu orang tuanya.

Sayangnya, syair Dodaidi kini kian langka dipraktekan oleh ibu-ibu masa kini. [] (mal)

 Laporan Maulana Amri