Home Histori Blang Sala Pernah Direncanakan Jadi Ibukota Aceh?

Blang Sala Pernah Direncanakan Jadi Ibukota Aceh?

103
0

DEKLARATOR Gerakan Aceh Merdeka Dr Teungku Hasan M di Tiro, B.S, M.A, Ph.D.,LL.D, memiliki konsep pembangunan Aceh meski saat itu dirinya sedang bergerilya di pedalaman Pidie. Konsep pembangunan ini kemudian disampaikan oleh Wali Negara Hasan Tiro kepada Sekretaris Negara, Menteri Pendidikan sekaligus Menteri Penerangan Aceh Merdeka, Dr. Husaini Hasan, setelah keluar dari penyergapan Alue Bambang.

Hari itu, 28 April 1978. Rombongan Hasan Tiro memutuskan hijrah dari Alue Kareung melalui Gle Mampree, di timur laut ke Gunung Petisah yang berdekatan dengan Blang Mane, Truseb dan Tjubo.

“Kami melanjutkan perjalanan ke puncak Blang Sala. Di depan terhampar luas padang ilalang seperti permadani hijau. Uniknya padang hijau ini berada di tengah-tengah puncak gunung. Pandangan mata langsung mengarah ke Selat Malaka di sisi utara, terlihat Laweung, Lhok Panah serta gunung Seulawah yang sangat indah, seakan-akan puncaknya menembus langit biru.

Di sini, Wali Negara melontarkan sepotong kalimat kepada saya: “Satu hari bila kita merdeka nanti, pertama kali yang harus kita lakukan adalah memindahkan ibu kota Aceh ke Blang Sala. Airport yang bertaraf internasional bisa kita bangun di sekitar Guha Tujoh, Lhok Panah.”

Wali Negara menyebut nama ibu kota Aceh yakni Blang Sala Kuta. Ketika melewati Blang Sala, kami melihat kubangan gajah. Teungku Hasan M Di Tiro menuturkan kepada saya, jika diizinkan Allah akan merencanakan pembangunan infrastruktur jalan raya dari Gunung Petisah melintasi gunung dari sisi barat Aceh, yang menghubungkan Tangse dan Seulimum. Dari Timur Aceh menghubungkan Pameue, Takengon hingga Kutacane. Sementara sisi selatan menghubungkan Geumpang dan Meulaboh,” tulis Dr. Husaini Hasan, Sp.OG, dalam bukunya Dari Rimba Aceh ke Stockholm.[]