Home Histori 28 Ramadan, Wafatnya Bendahara Kerajaan Aceh Darussalam Tun Besar Binti Meurah

28 Ramadan, Wafatnya Bendahara Kerajaan Aceh Darussalam Tun Besar Binti Meurah

87
0

BANDA ACEH – Hari ini, empat ratus tujuh puluh sembilan tahun lalu, seorang bangsawan Kerajaan Aceh Darussalam menghembuskan nafasnya yang terakhir pada 28 Ramadan 957 H lalu. Nama gelarnya adalah Tun Besar Binti Meurah Apang Sali. Dia kemudian dikuburkan di Gampong Blang Cut, Banda Aceh. Kini, masyarakat setempat menyebutkan kompleks makam tersebut dengan Jirat Manyang.

“Tun Besar jika diartikan secara harfiah adalah Bendahara Kerajaan. Jika merujuk pada namanya tertera “Binti” yang artinya dia adalah perempuan. Dia wafat dalam masa kepemimpinan Sultan Alauddin Inayat Syah bin Ali Mughayatsyah yang bergelar Sultan Al Kahar,” ujar Duta Nisan Aceh, Mizuar Mahdi, kepada portalsatu.com, Rabu dinihari, 15 Juli 2015.

Mizuar mengatakan Tun Besar Binti Meurah Apang Sali juga hidup sezaman dengan Perdana Menteri Al Wazir Sri Udahna. “Di nisannya tertulis beliau wafat dengan meninggalkan bandar-bandar makmur,” kata Mizuar.

Pada masa Tun Besar ini pula Kerajaan Aceh Darussalam mengikat kerjasama dengan Kekhalifahan Turki Utsmani. Menurutnya pada masa tersebut Kerajaan Aceh Darussalam telah mencapai puncak kejayaannya dan memiliki hubungan diplomasi dengan negara-negara luar.

“Jadi bukan masa Iskandar Muda. Aceh sudah berjaya sejak sebelum itu yaitu pada abad 16,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekjend Mapesa ini.

Meskipun begitu, Mizuar mengatakan, pihaknya tidak membuat kegiatan apa-apa memperingati momentum wafatnya bendahara kerajaan tersebut. “Kita tidak membuat kegiatan apa-apa,” ujarnya.[]